22.12.2008

Ib

Ib adalah ibu yang beda banget dengan mainstream. Ib tuh ngga kayak Embah, ngga kayak Oma, ngga kayak Tante, yang juga adalah ibu. Ya dia tuh gitu (Amee akan bilang "Beliau Ma, bukan dia"), punya karakter sendiri sebagai ibu. Ib akan selalu penasaran saya sedang jatuh cinta sama siapa, dan itu dicek setiap hari, apakah saya masih tetep jatuh cinta sama dia. Kalau jawabannya iya, Ib mulai senyum-senyum unik sekali. Dan kalau jalan-jalan, dia rajin menunjukkan barang-barang yang menurutnya cocok dikasihkan si cowok. Seperti gantungan kunci berbentuk hati, bingkai foto dengan motif hati, mug dengan gambar hati... semuuua barang yang ada hatinya. Dan biasanya saya tolak. Tapi Ib ngga keberatan kalau saya pilih buku saja. 

Ib adalah ibu yang haaarus dikenal oleh teman-teman dekat saya. Kalau ada nama baru, dia akan mulai tanya, "Siapa lagi itu?". Dan saya jelaskan. Jadi lain kali dia paham siapa yang saya omongkan. Kalaupun ada teman yang ngga kenal Ib, biasanya Ib yang kenal dia. Seenggak-enggaknya lewat mulut saya. Kalau saya pergi ketemu teman-teman, Ib akan titip salam. Kalau saya dari rumah Jogja mengunjungi teman-teman ke luar kota, Ib akan titip salam, PLUS bakpia. Heheheee. Kalau teman saya main ke rumah dan saya ngga ada di rumah, Ib yang akan mulai ngerumpi sama dia. Kalau cewek-cewek dan saya sedang ngegosip di kamar, Ib akan tiba-tiba masuk bawa makanan dan air putih, sambil bilang "Eeeh ada apa ini? Ada gosip apa?" Kalau saya pamit dari teman mau pulang, mereka akan titip salam ke Ib.

Ib ngga pernah melarang saya melakukan perjalanan. Adik saya cowok, Beth, malah lebih bingung kalau saya pergi sendiri daripada Ib. Sewaktu saya (bahkan saya sendiri) bimbang ketika akan ke Sumbawa sendirian, Ib dan Om bilang "Tunggu apa lagi? Ada waktu, ada tabungan, ada kesempatan. Pergi aja." (Hoo jangan-jangan maksudnya saya diusir) Hahahaaa.... Nggak nggak, Ib percaya betul saya akan baik-baik saja. Tapi harus ada timbal baliknya, saya harus tetap bisa dihubungi. Jadi dia akan jadi cerewet kalau saya ngga punya pulsa dan batere hape habis (yang biasanya memang begitu).

Kalau ada cerita baru tentang cowok atau gosip di kampus, Ib akan di-update. Kalau saya lagi ngga ngapa-ngapain, Ib akan nawarin kopi. Setelah kopi kedua, Ib akan jadi cerewet kalau saya akan minum kopi lagi. Kalau saya nulis sampai pagi, Ib akan cerewet. Kalau saya tidur sampai siang, dia cerewet lagi. Kalau saya membosankan karena bikin tugas terus, Ib akan ngajakin jalan-jalan. Terakhir dia belikan t-shirt "Wake up and smell DE coffee"-nya kopi Douwe Egberts. Heheheee.

Ib ngga suka anaknya boros. Dia tahu saya ngga beli baju mahal, dan mulai cerewet kalau saya 'terpaksa' beli buku baru di stasiun karena lupa bawa buku dari kos untuk dibaca di kereta. Kalau buku yang saya beli udah kebanyakan, Ib akan otomatis cerewet, tapi cuma sebentar. Ib juga mulai ikut bingung, buku-buku saya itu, yang ada di rumah, di kos, di gudang, di kardus-kardus di kamar, di Jogja... itu semua mau diapain.

Ib sudah dari tadi ketiduran di sofa. Saya fokus nulis. Kaget sekali karena yang tadinya sepi, tiba-tiba Ib bilang:

I: Eh, Pisa yang di Italia itu kok bisa miring ya?
R: ...

R: (Ngakak) :D 
I: Kenapa? Aku tuh serius ini. Mikir dari tadi, itu kok bisa miring ya?

Saya masih ketawa. Tapi Ib tidur lagi karena Ib tahu bakal lama nungguin saya berhenti ketawa dan ngasih penjelasan apa yang aneh kok saya ketawa.

:)

-RhoMayda-

Ayo Ib, kapan kita potong rambut di Ilse?

00:43 Posted in Ngopi | Permalink | Comments (17) | Email this

21.12.2008

Reminder

[Copied from private note on 20.12.2008]

Mari ngobrol lagi. Yang santai saja :)

Beberapa tahun yang lalu saya pernah dengar seorang teman bilang "Manusia itu memang cerdas ya." Dan saya setuju. Dia memberikan contoh bagaimana manusia berkarya. Adaaa aja yang bisa dibikin. Ada-ada saja idenya... demi mempermudah hidup, tentu saja. Manusia tuh imajinatif, kreatif. Ada iklan di TV Belgia dengan kata-kata "Logic can get you from A to B, imagination can take you everywhere (Albert Einstein)". Tuh kan! Mereka cerdas, mereka bisa belajar, mereka bisa tahu banyak hal! Manusia adalah mahakarya!

Nah. Yang menarik adalah... kalau manusia itu cerdas, kenapa ada orang yang bingung? Ada yang sedih, marah, putus asa malah. Apa mereka ngga tahu apa yang seharusnya mereka lakukan? Harusnya kan tahu! Kan mereka manusia, manusia kan cerdas ^^

[Saya nulis ini di stasiun Gent (BE), duduk di dekat Koffiebar nungguin Riri dan Mas Johny yang akan datang dari Leiden. Di Gent ada pasar buku. Tadi di kereta ada balita perempuan berukuran kira-kira setengah meter jalan-jalan ke arah saya dan tersenyum malu-malu manis sekali hehe...]

Lanjut. Sampai mana tadi....
Oia. Nah. Kita memang bisa bingung dan ngga tahu apa yang harus dilakukan. Tapi kayaknya itu bukan karena kita bodoh hehe. Bukan, pasti bukan. Kadang, orang ngga tahu harus gimana karena dia lupa. Manusia itu pelupa. Setuju kan?

Apa yang terjadi sehari-hari kan sudah kita kenal sebelumnya. Semua sudah tertata, sudah tersedia. Ngga mau kehujanan ya berteduh, ngga mau lapar ya makan, ngantuk ya tidur, gitu kan? Butuh jawaban ya nanya, butuh pemberian ya minta, butuh didengerin ya cerita. Kan? Semua orang juga tahu. Sebenarnya mereka tahu kok apa yang harus mereka lakukan. Cuma kadang mereka lupa. Iya. Lupa. Jadi mereka bingung. Kadang marah. Kadang sedih.

Itulah sebabnya manusia butuh manusia lain. Ketika ada yang lupa, ya yang ingat harus bisa mencoba mengingatkan. Makanya nasehat itu perlu diutarakan (definisi: ditaro di sebelah utara hehe). Menasehati bukan memberi tahu, tapi lebih seperti mengingatkan.

Tulisan ini adalah ringkasan dari tiga atau empat peristiwa yang seseri (definisi: dalam seri yang sama) yang saya temui dalam tujuh tahun. Peristiwa terakhir adalah pesan yang bunyinya begini:
Yup. Tidurlah. Nanti bangun sudah seger lagi. Ngga usah mikirin yang berat-berat. Hidup itu indah kok :)

Kalimat-kalimat ini mungkin sederhana ya. Biasa saja. Banyak didengar, semua orang sudah tahu. Tapi!!! Kalimat-kalimat itu secara ajaib bikin saya kaget. Itu adalah tulisan yang paling tepat yang paling saya butuhkan saat itu juga. Cuma untuk saya, mungkin juga cuma untuk saat itu. Tapi sempurna, ngga bisa lebih bagus lagi, sudah pas begitu. Itu adalah reaksi paling betul dari tulisan begini:
Kayak sudah terlalu lama ngga nangis, sesak. Ngerasa menyepelekan terlalu banyak hal. Mungkin lebih baik tidur sebentar....

Intinya adalah (hehe, ada ya?) kita tuh tahu banyak hal. Kita sudah pernah belajar. Saya tahu kok hidup itu indah. Banyak kan, yang pernah bilang gitu sebelumnya. Kita sudah pernah ngerti sesuatu. Cuma kadang, kita butuh orang lain untuk mengucapkannya untuk kita. Kita butuh mendengarnya sekali lagi dari mulut orang lain. Kalau kita lupa, kita butuh orang lain untuk mengingatkan kita.

Kalau Anda ngga bingung dengan tulisan saya ini yang secara amburadul memakai kata manusia, orang, mereka dan kita, itu adalah satu lagi bukti bahwa manusia memang betul-betul cerdas. Hehehe....

:)

-RhoMayda-

Iya hidup itu indah. Dan aku masih seneng bareng kamu. Terima kasih banyak. Aku tidur....

 

19.12.2008

Rho Pulang

Tadi saya ketemu Rho. Di Kampoeng. Iya, sudah pulang. Kemarin Bapak bilang kalau Bapak juga kadang-kadang main ke Kampoeng. Teman-teman yang lain juga ke sini. Si Rho merasa perlu menemui mereka yang datang. Jadi dia balik.

Begitu katanya.

-RhoMayda-

 

00:07 Posted in Asal | Permalink | Comments (1) | Email this

18.12.2008

Patah Hati

Patah hati itu mirip dengan detak jantung yang begitu kencang setelah banyak ngopi, sebuah resiko yang cukup wajar. Sebagian orang yang patah hati bersumpah-sumpah kapok. Sebagian lagi sudah kebas, ngga berasa sama sekali. Itu seperti dua orang, yang satu sama sekali ngga pernah ngopi, dan satunya lagi pecandu kopi, dan mereka sama-sama minum kopi lima gelas. Dua-duanya bodoh.

Kalau ada orang yang hatinya patah dan dia ngga ngerasa apa-apa, bisa jadi hatinya memang sudah bobrok. Sakit dia. Sakit hati :p (kata Mas Yodim sakit hati itu ada jamunya, jamu anti-hepatitis) :p Patah hati seharusnya masih bisa dirasa. Sedih, marah, kecewa, atau sejenisnya lah. Tapi ngga perlu juga sampai putus asa atau trauma. Santai saja. Ngopi sebentar, ngga usah banyak-banyak. Nikmati kopinya. Kalau tiba-tiba sadar detak jantungnya sudah terlalu kencang, ya berhenti. Itu resiko wajar. Nanti juga hilang. Nanti juga lupa. Besok ngopi lagi. Tapi tahu porsinya. Harus tepat, biar bisa dinikmati :) Jangan ngulang kesalahan kemarin.

Saya pernah cemburu. Bodoh banget karena sebenernya saya yakin semuanya baik-baik saja. Tapi waktu itu hampir ngga terkontrol. Berlebihan. Dan saya gila. Ini gejalanya: mulai rajin mengontrol zodiak. See? See? Dan kebetulan saya temukan di zodiak saya begini:
"Jangan cemburu. Ngga usah berusaha mengontrol semuanya. Biarkan semua berjalan sesuai jalannya masing-masing. Kalau kamu mencintainya, lepaskan dia. Kamu mau dia bahagia kan?"
Asem. Saya benci zodiak yang berisi nasehat yang berguna. Tapi saya setuju, cemburu yang saya alami itu merepotkan. Kegilaan saya itu ibarat deg-degan karena minum SATU gelas kopi saja. Ngga masuk akal (informasi saja, saya bisa deg-degan setelah gelas keempat). Sepertinya waktu itu saya lupa kalau kopinya cuma segelas, dan mulai takut jantungnya berdetak kencang.

Kalau ngga mau patah hati, ya hati-hati (hahahaaa). Pilih baik-baik mau apa, karena setiap pilihan pasti ada resikonya sendiri-sendiri. Biar ngga terserang detak jantung yang terlalu kencang, saya bisa saja memilih untuk berhenti minum kopi. Banyak kok orang yang ngga minum kopi. Tapi buat saya, kopi tuh enak. Saya menikmati betul kalau bisa ngopi. Dan saya memang memilih untuk ngopi. Jadi kalau mau ngopi tanpa deg-degan berlebihan, ya porsi kopinya harus benar, ngga boleh kebanyakan. Sehari ngga ngopi harus bisa. Diatur, dibatasi, dijaga baik-baik.

Waktu saya pernah cemburu, dia bilang, ngga perlu mengkhawatirkan sesuatu yang ngga penting. Ya sudah. Sejak saat itu saya ingat kopi yang saya minum baru segelas :)

Satu gelas kopi ngga bikin jantung saya deg-degan. Kalaupun suatu saat saya deg-degan, ngga apa-apa. Itu biasa. Mungkin awalnya saya panik. Tapi, saya sudah menikmati kopi saya, dan tahu bagaimana porsi kopi saya selanjutnya.

-RhoMayda-

Ini sepenuhnya tentang hati saya dan bagaimana saya memperlakukannya, bukan bagaimana orang lain memperlakukannya. Hati-hati saja dulu terhadap hati masing-masing. Jangan sampai patah. Ingat kan? Hati manusia itu lunak. Kayak hati ayam :)

 

11.12.2008

Rho

Saya penasaran di mana dia sekarang. Orang-orang memanggilnya Rho. Itu lho, Rho yang hidupnya di dalam mesin. Yang dengan santainya jalan-jalan lewat kabel. Yang rajin nungguin Kampoeng. Yang tidurnya jam 9 pagi, jadi setiap malam bisa panen tulisan. Rho yang setengah gila, yang gampang ditemukan kalau ada yang nyari, kan dia ngga mau keluar Kampoeng. Kira-kira dia di mana ya? Ada yang tahu dia di mana?

Orang-orang sini juga tahu dulu dia penghuni Kampoeng yang setia. Dia yang bikin Kampoeng sempat panen tulisan. Dia selalu ada, selalu kelihatan. Kalau ada cerita, dengan senang hati dia ceritakan semuanya yang (iya benar) kebanyakan memang ngga penting. Tapi si Rho itu ngga peduli, dia cuma mau cerita aja. Ngga peduli ada yang ndengerin atau enggak. Hahahaaa... iya dia memang segila itu. Tapi lebih gila lagi teman-temannya. Sudah tahu Rho gila kok ya masih berteman sama dia. Dia merasa beruntung punya sahabat yang gila baik. Dia... bangga dengan saudara-saudara seKampoengnya. Dia merasa kuat karena teman-temannya itu. Hhh... ada-ada saja.

Rho juga sering ngilang, jadi Kampoeng ngga bisa panen apa-apa. Tapi dulu dia ngga pernah ngilang lama. Dia selalu pulang Kampoeng (hehe) kalau temen-temennya mulai protes. Dan tulisanpun kembali bisa dipanen.

Nah... kali ini Rho sudah keterlaluan! Dia ngilang ngga pulang-pulang. Temen-temennya sudah capek nyariin dia. Saya jadi curiga... jangan-jangan Rho mengkhianati persaudaraan orang-orang Kampoeng. Dia ngga tanggung jawab, pergi seenaknya ngga peduli Kampoengnya aman atau nggak. Bodoh. Iya. Rho bodoh! Ngga mikir apa-apa! Ngga ngerasain apa-apa! Pergi gitu aja! Bodoh dia!

Dan saya lebih bodoh lagi karena tiba-tiba kangen banget sama dia.

-RhoMayda-

 

*asemjadipenginnangis*

 

All the posts