11.12.2008
Rho
Saya penasaran di mana dia sekarang. Orang-orang memanggilnya Rho. Itu lho, Rho yang hidupnya di dalam mesin. Yang dengan santainya jalan-jalan lewat kabel. Yang rajin nungguin Kampoeng. Yang tidurnya jam 9 pagi, jadi setiap malam bisa panen tulisan. Rho yang setengah gila, yang gampang ditemukan kalau ada yang nyari, kan dia ngga mau keluar Kampoeng. Kira-kira dia di mana ya? Ada yang tahu dia di mana?
Orang-orang sini juga tahu dulu dia penghuni Kampoeng yang setia. Dia yang bikin Kampoeng sempat panen tulisan. Dia selalu ada, selalu kelihatan. Kalau ada cerita, dengan senang hati dia ceritakan semuanya yang (iya benar) kebanyakan memang ngga penting. Tapi si Rho itu ngga peduli, dia cuma mau cerita aja. Ngga peduli ada yang ndengerin atau enggak. Hahahaaa... iya dia memang segila itu. Tapi lebih gila lagi teman-temannya. Sudah tahu Rho gila kok ya masih berteman sama dia. Dia merasa beruntung punya sahabat yang gila baik. Dia... bangga dengan saudara-saudara seKampoengnya. Dia merasa kuat karena teman-temannya itu. Hhh... ada-ada saja.
Rho juga sering ngilang, jadi Kampoeng ngga bisa panen apa-apa. Tapi dulu dia ngga pernah ngilang lama. Dia selalu pulang Kampoeng (hehe) kalau temen-temennya mulai protes. Dan tulisanpun kembali bisa dipanen.
Nah... kali ini Rho sudah keterlaluan! Dia ngilang ngga pulang-pulang. Temen-temennya sudah capek nyariin dia. Saya jadi curiga... jangan-jangan Rho mengkhianati persaudaraan orang-orang Kampoeng. Dia ngga tanggung jawab, pergi seenaknya ngga peduli Kampoengnya aman atau nggak. Bodoh. Iya. Rho bodoh! Ngga mikir apa-apa! Ngga ngerasain apa-apa! Pergi gitu aja! Bodoh dia!
Dan saya lebih bodoh lagi karena tiba-tiba kangen banget sama dia.
-RhoMayda-
*asemjadipenginnangis*
01:30 Posted in Reflection | Permalink | Comments (6) | Email this


Comments
Kamu itu berbicara dengan diri sendiri, dasar! =)
Posted by: Rad Sujanto | 11.12.2008
ah kau! gimana kabar leiden? masih tetap dingin? ada salju ya sekarang?
*sudah! pergi sana! ndak usah pulang sekalian! (pake gaya Emak Emak yang lagi marah)
Posted by: devie | 11.12.2008
ya setidaknya jauh dimata dekat dihati... bagi saya rho itu ya seperti itu...
kok jadi coklat kampoengmu... tapi saya suka... tetep adem
Posted by: mata | 12.12.2008
eh mas rad ini. saya ngga bicara dengan diri sendiri. saya bicara dengan kalian... rho itu ke mana... nah... ternyata sekarang ketahuan to, si devie ngusir2 begitu. dia kan jadi takut pulang Kampoeng.
hmm.. warna apa ya yang cocok sama Kampoeng ini? dulu rho itu suka kasih warna apa ya.... kuning? ijo? ato kujo gitu? agak coklat... tapi masih ijo. Kampoeng kan selalu ijo! mau agak coklat, ato agak kuning, ato agak merah, tapi kan si rho itu selalu kasih warna ijo! iiih bodoh dia! ayo rho, balikin ijonya!
*makin mabuk*
Posted by: RhoMayda | 12.12.2008
yang penting ndak pernah lupa sama tamu2 di kampoeng..
Posted by: Mus_ | 16.12.2008
waktu itu guru SD Ima siapa ya?
Posted by: teguh | 18.12.2008
Post a comment