20.11.2008

Pas

Apa kabar? Iya saya tahu betul, Kampoeng saya berantakan. Tapi saya yakin, cuma Kampoeng saya yang berantakan. Anda masih rapi dan tetap sehat kan? :)

Mau cerita nih. Tentang perjalanan pulang dari Lommel ke Leiden.

Singkat kata, sebetulnya saya ngga berniat ke Lommel. Tapi orang tua dan Tuhan berkehendak lain. Diculiklah saya pulang. Saya, yang ngga mempersiapkan apapun untuk menginap di rumah, mau saja diboyong pulang. Tapi ini sudah biasa. Saya pulang karena si Beth, adik saya itu, datang dari Jogja. Nah, niat untuk mengerjakan tugas seharian pada hari itu langsung dimodifikasi. Gila kan! Jarang-jarang saya punya niat seindah itu, mengerjakan tugas! Ealah, sekalinya ada, masak langsung ada godaan? Hidup memang menggoda. Serem kan! Tapi, untunglah laptop saya bawa. Tugas harus bisa diurus.

Dan benar saja. Siang itu saya memutuskan (hmm... bahkan sekarang masih heran sendiri) untuk bertapa di perpustakaan kota. Di Lommel. Gila... itu adalah kenikmatan tersendiri. Perut kenyang, bisa nulis, ruangan hangat, pilih meja di lantai atas yang pinggir, menghadap ke lantai bawah, di antara rak-rak buku, lampu cukup terang, beberapa orang juga mencari buku, banyak banget anak kecil di bawah di bagian koleksi anak-anak... saya ngga peduli. Telinga saya tersumbat lagu "SMS". Sampai lagu kesekian puluh, tiba-tiba terasa lapar. Dan kaget sekali karena ternyata di luar sudah gelap. Horor. Bukan horor karena gelap, tapi karena tugas benar-benar dikerjakan dan ngga memperhatikan jam ^^

Malamnya berempat (sama Ib, Om dan si Beth itu) nonton DVD yang baru saja disewa. Nyewa tujuh DVD. Tujuh! Tapi itu untuk seminggu sih ^^ Ini juga nikmat. Lanjut.... Sebelum tidur cek e-mail dulu. Dan apa yang terjadi? Ada dua tugas lagi yang ternyata belum selesai! Dan ngga bisa dikerjakan di Lommel karena buku-buku yang dibutuhkan ada di Leiden! Walah! Hasrat tidur nyenyak rasanya ngga bisa terpenuhi. Panik. Bete.

Besok paginya, waktu yang sebetulnya akan saya habiskan dengan nonton semuuua DVD yang sudah disewa (iya tahu, berlebihan), dengan perasaan bersalah saya memutuskan untuk mengerjakan tugas (lagi) seadanya. Dua tugas mendadak (maksudnya baru sadar kalau ada) ngga bisa semuanya dikerjakan. Oke, ini resiko. Jangan bete. Pagi saya kerjakan dulu satu tugas, niatnya sampai selesai. Tapi! (Ya Tuhan) Siangnya kami harus ke Venlo menjenguk Imke. Artikel baru 30% dibaca, belum lagi meringkas, belum lagi kasih komentar, belum lagi ngirim ke dosen (deadline yang seharusnya jam 19.00 tentu saja akan saya langgar). Belum lagi tugas satunya!!! Sumpah, bete sampai mau nangis.

Tapi!!! :D

Setelah dari Venlo, saya direstui untuk balik ke Leiden. Hari sudah gelap. Ortu dan adik ke Lommel naik mobil, saya ke Leiden naik kereta. Perjalanan 2,5 jam di kereta ngga akan bisa diisi dengan kegiatan yang berguna seperti... mengerjakan tugas! (Ya Tuhan. Rrrgggh....) Kenapa? Karena tugas saya ada di laptop, dan laptop saya ngedrop. Maka apa yang saya lakukan? Heh heh heh (horor).... Saya baca roman! Huahahaaa.... Hei, santai santai. Ini bukan mencari kesempatan dalam tempurung bagaikan katak dibelah pinang. I got no choice, Man! And I had to survive anyway! Hahahahaaa... jadilah saya membaca roman yang baru dibeli, Eat, Pray, Love-nya Elizabeth Gilbert itu. Dua setengah jam! Dan percayalah, saya ngga menyesal terpaksa menukar kewajiban saya mengerjakan tugas dengan membaca roman ini. Ini buku asik! Ngga terasa... akhirnya ngantuk.

Tapi!!!

Sampailah kereta di Rotterdam. Di sini saya harus pindah kereta, ambil yang jurusan Amsterdam dan turun di Leiden. Masih ada waktu untuk cari kopi. Beli kopi item di cangkir kertas (apa sih namanya?), dikasih tutupnya, terus ditaro di kursi karena masih panas, di ruang tunggu, sambil nerusin baca. Ini buku seru banget! ... Nah, kereta datang. Buku dimasukkan tas, tas di pundak, berat, kopi di tangan kanan, masuk kereta. Saya berhadap-hadapan dengan seorang bapak-bapak. Kami ngga ngobrol. Buku kembali di buka, dipangku, dibaca, kopi masih di tangan kanan, tas duduk sendiri di dekat jendela.

Cuaca dingin di luar, kereta yang hangat, tempat duduk yang nyaman, buku bagus dan kopi item adalah kombinasi yang... pas, pada waktu itu. Pas! Ya... itu tadi... pas! Saya ngga peduli siapa yang duduk di hadapan saya. Saya ngga peduli ada tugas apa saja yang harus diselesaikan. Saya ngga peduli lagi seberapa bete saya sampai siang itu. Malam itu semuanya berada tepat pada tempatnya masing-masing. Pas. Dan saya menikmatinya.

Kereta sampai di Leiden. Buku dimasukkan, kopi sudah hampir habis. Turun dari kereta. Keluar stasiun, bersepeda ke kos. Tugas yang belum selesai akan segera diselesaikan di kos. Karena sudah dikasih perjalanan yang pas, saya ngga bisa protes lagi dan cari-cari alasan untuk ngga mengerjakan tugas. Kali ini, utang harus bisa dibayar. Dibayar pakai begadang, itu ngga apa-apa. Jadi, saya sedang bahagia. Karena semuanya pas. Dan sambil bersepeda, saya nyanyi. Satu lagu diulang-ulang terus. Judulnya "Ilir-Ilir".

Karena perjalanan di kereta kali ini sangat pas, setelah banyak sekali rencana yang ngga pas, saya merasa sebenarnya semuanya baik-baik saja. Saya baik-baik saja.

-RhoMayda-

 

Tugas satu langsung bisa diselesaikan, walaupun deadline dilanggar. Tugas dua juga bisa digarap. Saya bahagia :)

 

 

04:30 Posted in Ngopi | Permalink | Comments (4) | Email this

Comments

akhirnya nongol juga kau kawan. :)

the right girl in the right place :D

Posted by: devie | 20.11.2008

apa kabar, rho?

Posted by: Mus_ | 21.11.2008

sayangnya semalam aq sedang tidak berada pada kondisi yang pas..
jadinya satu tugas masih belum terselesaikan.. tapi, semua masih baik-baik saja..
*copy-paste*

:)

Posted by: iyank | 25.11.2008

Hmmm...
Kopinya dihabisin atau tidak Ma? Di situ cuma bilang "kopi sudah hampir habis"

Posted by: setiawan | 20.12.2008

Post a comment