20.09.2008

Karimun 5. Last But Not Least

Liburan di Karimun Jawa hampir berakhir. Hari ini, Selasa 19 Agustus 2008, kami akan meninggalkan Karimun Jawa. Pagi-pagi sekali saya ikut Mas Taufiq menengok sebentar ada apa aja di pulau ini, selama ini kan cuma main-main di laut saja.

Pagi ini naik motor kami ke arah bandara. Ya, ada bandara di Karimun Jawa :p Namanya Bandara Dewadaru. Kecil sih, waktu itu cuma ada satu pesawat kecil (halah ngga tau deh namanya), yang ternyata milik Kura-Kura Resort, paling itu salah satu jasa yang ditawarkan mereka :) Sebenarnya, sebelum ke bandara, kami menemukan dermaga kecil di kiri jalan. Jalan pendek menuju dermaga itu agak tersembunyi, di kanan-kirinya terdapat semak-semak tinggi, berakhir di semacam danau, atau sungai, dengan air yang tenang... pohon-pohon di pinggirnya... bersih... baguuuus banget!!! Itu kayak di video klip!!! Seperti di dalam lukisan! Baguuus banget! Hwaaaaaaaaaaa... kami langsung gila. Jepret sana jepret sini. Pose ini pose itu. Loncat-loncat! Hwah!!! Bagus banget!!! :D

Dermaga dekat bandara (photo by Taufiq)

Mas Taufiq dengan pose Pahlawan Bertopeng (photo by RhoMayda)

Lanjut... heheheheee.... Setelah puas menikmati pemandangan tiada tara dan bandara kecil mungil itu, kami ke arah pulang dengan perasaan bersalah karena cuma pergi berdua dan meninggalkan yang lainnya di rumah ngga ikut menikmati yang kami nikmati heheheee... >D (jahatnya kami) Tapi saya selalu ada pembelaan: ini adalah rejeki orang bangun pagi. Yeah! Kami pulang, anak-anak mulai berangkat sekolah. Seragam putih-merah, putih-biru dan abu-abu mulai terlihat di sana-sini naik sepeda. Wah... seru :)

Berangkat sekolah (photo by RhoMayda)

Sampai rumah ternyata yang lainnya ngga ada. Ternyata mereka jalan-jalan sendiri, dan menemukan tempat yang juga asik. Ada ayunan besar di pinggir pantai :)

Ayunan besar....

Setelah berkumpul, kami sarapan di belakang rumah, di pinggir laut. Mas Taufiq dan Mas Yodim masih menyempatkan diri berenang di laut belakang rumah, agak ke tengah dan katanya menemukan koral-koral yang super indah di sana. Nice closing celebration! :) And oh!!! Hampir saja lupa. Mas Mamat hari ini ulang tahun! SELAMAT ULANG TAHUN MAS MAMAT!!!

Pose ulang tahun (photo by RhoMayda)

Sarapan sebelum pulang.

Pamitan.

Siangnya kami pulang. Kali ini ngga pakai Muria yang enam jam, tapi pakai kapal cepat bertuliskan "Karimunjawa Ocean Park". Kapal ini cuma kapal penumpang, harga memang lebih mahal (lupa berapa), tapi cuma 2,5 jam di kapal. Yess!!! Setelah pamitan dengan Bapak Sholikul dan ibu, kami masuk kapal. Dan wow!!! Ber-AC! Ada tv-nya! Bersih! Yuhuuu...!!! Perfect choice! Alunan love songs jaman dulu mulai terdengar dari video karaoke yang ditayangkan. Lama-lama ada dangdut, dan campursari! Yeah! Saya masih inget syair sebuah lagu begini:

Ayo ngguyu... tang ting tung ting tang ting tung...
Hahahahaaa.... apa coba....

Di kapal cepat, sebelum mual-mual (photo by Taufiq)

Perahu makin menjauh... guncangan ombak makin terasa.... Dan... suara-suara aneh mulai terdengar. Suara aneh semacam ini maksud saya: hoekkkk!!! Huwwwwwekkkk!!! Oekkkkkk!!! Dan... sorrr... muntahlah dia. Entah siapa, agak di belakang. Belum selesai berhoek-hoek, ada lagi satu yang menandingi di ujung sana. Hoekkk!!! Hyaaa... apa iniii.... Awalnya kami menertawakan mereka dan menamai mereka kelompok paduan suara. Hahahahaaa.... Tapi... lama-lama... suara-suara itu makin mengganggu! Banyak ternyata yang mabok! Dan... ternyata... saya jadi mual-mual juga. Gile... pucet dah.... Buru-buru siapkan tas plastik untuk jaga-jaga. Dipaksa tidur... tapi ngga bisa. Dan akhirnya saya paksakan untuk muntah, asal lega. Menunduk, menutup mulut dengan kantung plastik, dan pelan-pelan mulai muntah. Uuuh... sakit juga dadanya, muntahnya cuma sedikit. Tapi sudah cukup melegakan. Hhh....

Dan kami tiba kembali di Jepara!!! Yihaaa!!! Dengan kulit gosong yang membanggakan (heheheee...) kami berjalan mencari angkot menuju rumah Mas Taufiq. Malam ini menginap di sana. Baru besoknya ke Jogja. Wah... kepala kami dipenuhi cerita-cerita seru Karimun Jawa. Bahkan kami sudah merindukan snack yang biasa kami makan di sana. Kami merindukan Yulianti dan Yulianto. Oh... omong-omong tentang Yulianti, pas menunggu angkot coklat di pinggir jalan, kami melihat sebuah becak mengangkut ikan banyaaak banget. Mata saya terbelalak, "Yulianti!" Yulianti diangkut.... Diangkut naik becak, mirip PSK (dengan K yang berarti Komersial, bukan Keliling) :D

Fokus!
Oke, akhirnya kami memutuskan naik bis ke terminal, baru nyarter (kata dasar: carter) angkot coklat dari sana ke rumah. Sampai rumah Mas Taufiq sudah agak sore. Setelah mandi-mandi, wangi dan berdandan rapi, kami diajak jalan-jalan di kampung bareng sama Pak Udin, ayah Mas Taufiq :) Ini gara-gara ide iseng kami yang pengin ngelihat sawah, yang ternyata merupakan makhluk langka di sini. Sawah sudah jadi kebun jati, atau ladang singkong. Kenapa eh kenapa? Karena tanahnya ngga cukup basah untuk tanaman padi. Sungai terlalu rendah, ngga ada cukup air, tanah kering. Begitulah ceritanya. Waktu jalan-jalan ini kami menemukan toilet! Yah, toilet umum yang letaknya kira-kira 4 meter di atas sungai. Ruangnya sempit, dinding dan lantai terbuat dari kayu dan bambu, di lantainya ada lubang selebar pantat (haha!) dan di bawah lubang itu ngga ada apa-apanya kecuali sungai yang jaraknya 4 meter dari WC. Well... ngga ada airnya untuk cebok, apalagi toilet-paper (don't even think about it), bahkan ngga ada dedaunan (ih, jangan terlalu primitif dong) :D Lucu deh. Saya jadi inget masa kecil saya di desa. Ada juga toilet beginian. Seru kan!

Sudah gelap, dan Maghrib menghampiri (halah). Petualangan belum berakhir. Kami pulang ke rumah, dan pergi lagi jalan-jalan ke kota Jepara, jalan kaki :) Asik sekali.... Melewati taman segitiga yang ada kerangnya, melewati penjual martabak, mie ayam (halah), menuju ke shopping center, ke warung-warung belakangnya itu. Di jalan yang ke kiri, ke arah klenteng, ada tenda-tenda makan juga. Kami makan di salah satu tenda. Nasi goreng dan cap cay :) lezzzat!!! Pulangnya lewat alun-alun, lalu beli martabak :)
Satu lagi yang seru di sini adalah si Mamat yang curhat secara blak-blakan tentang cewek. Hahahahaaa.... Lucu sekali cerita-cerita cinta remaja :D

Jalan-jalan di kota Jepara (photo by Taufiq)

Mural Kartini di dekat Shopping Centre.

Bangunan tua di dekat alun-alun (photo by RhoMayda)

Klenteng Jepara (photo by Mamat)

Beli martabak (photo by Mamat)

Di rumah masih main dobosan lagi, permainan kartu di mana bohong hukumnya halal :)

-RhoMayda-

 

Post a comment