20.09.2008
Karimun 2. Kapal 6 Jam
Kemarin, Jumat tanggal 15 Agustus siang kami berangkat dari Jogja. Malamnya menginap di rumah Mas Taufiq di Jepara. Biasanya serumah cuma dihuni dua orang (bapak dan ibu), atau tiga (dengan Mas Mamat), kini diisi sembilan orang :D
Sabtu, 16 Agustus
Hari ini Niken ulang tahuuuuuuuun! :) SELAMAT ULANG TAHUN, NIKEN!
Pagi sekali Mas Taufiq mau nyari tiket kapal untuk ke Karimun Jawa. Saya ikut (yes!). Ngga lupa bawa kamera. Sekitar jam 6 (kan?) kami ke pelabuhan naik motor. Masih pagi, masih sepi. Jalanannya bersih. Mengingatkan saya pada kota-kota di Jawa Timur, seperti Blitar dan Mojokerto. Rapi, sepi, bersih. Sampai pelabuhan, Mas Taufiq kebingungan cari info tiket, saya kegirangan bikin foto perahu-perahu kecil di situ. Yes!


Sepulang dari pelabuhan kami sarapan nasi merah goreng. Nasi merah yang digoreng. Bukan nasi goreng merah (halah, penting ya?). Sebenarnya saya ngga tahu bedanya dengan nasi putih biasa. Tapi saya suka warnanya :p dan orang bilang nasi merah lebih bergizi (ini juga saya ngga paham). Setelah sarapan, mandi, siap-siap, satu per satu diantar naik motor ke Perempatan Maut (adalah simpang jalan di Segitiga/Taman Kerang yang lebar, ramai, dan ngga pakai bangjo -traffic light-). Mas Yodim konon katanya sudah di pelabuhan. Mas Taufiq juga. Nah, sisanya (Mas Mamat, Mbak Olip, Mas Jake, Mas Bayu dan saya) naik bis kota dari situ ke pelabuhan. Yeah! Bergelantungan dah! Mas Jake mendadak ikut bergelantungan.
10 menit sampailah kami di pertigaan sebelum terminal. Kalau ke kanan tuh terminal, kami harus turun karena pelabuhan itu lurus. Sebetulnya jalan cukup jauh, tapi terlalu bahagia untuk merasa capek (halah), dan saya dapat satu foto menarik pas jalan ini.

Sampai pelabuhan jam 8 lewat. Kapal Muria berangkat jam 9. Lagi-lagi saya kegirangan bikin foto, sampai secara ilegal menerobos pintu masuk lorong dermaga kapal cepat yang waktu itu digembok (huh). Saya juga sempat ngopi di warung pelabuhan (info: harga kopi tubruk item di situ Rp 1000,-). Yes! Ini adalah awal hari bahagia. Hanya saja, semangat kebahagiaan yang berkobar ketika diberitahu bahwa perjalanan dengan kapal menuju Karimun Jawa adalah 3 jam tiba-tiba runtuh karena gosip terbaru mengatakan bahwa perjalanan akan menempuh waktu 6 jam! Lemes dah....


Mendekati jam 9 kami masuk kapal. Horeee!!! (tetep hepi menyongsong Karimun Jawa) Setelah memilih tempat duduk di pinggir kanan, beberapa dari kami naik ke ... (apa namanya bagian atas kapal tuh?). Masih bahagia. Bayangkan, kapal belum berangkat kami sudah sehepi itu! Tapi... kok malah ngga berangkat-berangkat nih... Jam 9.15... 9.30... asem... kebahagiaan sudah disedot oleh kapal yang telat berangkat.... Ngga lama setelah itu kapal bergerak. Tapi kami udah capek ketawa-ketawa :( (bodoh) Suasana kapal makin suram karena orang-orang sudah mulai mendekor lantai dengan tikar dan karpet untuk dijadikan tempat tidur yang nyaman. Beberapa orang sudah betul-betul terlelap. Kami masih melek walau ngga se-excited tadi waktu baru naik kapal. Heran juga kenapa orang-orang sudah pada siap-siap tidur....


Keheranan terjawab pada setengah jam pertama kapal perjalanan dalam kapal. Kami sudah bosan, tempat duduk keras, susah tidur, mulai mual, pusing.... Mas Bayu akhirnya beli koran untuk jadi alas tidur di lantai. Wajah-wajah kami sudah meleleh, jadi panjang gitu saking bosennya di kapal. Dan kami baru setengah jam dalam perjalanan. Masih ada 5,5 jam lagi!!! Hah! Maka lama-lama masing-masing bertransformasi jadi jelek :p


6 jam di kapal diisi dengan kegiatan-kegiatan seperti berikut: mencoba sebisa mungkin tidur dengan posisi apapun, berusaha keluar dari toilet dalam keadaan hidup (dilema antara mau nafas atau nggak), main kartu, main ke atas, kelaparan, nonton TV yang suaranya kalah sama ombak, kedinginan karena angin, kepanasan karena siang, pengap asap rokok, walah... macem-macem. Kalau dijelaskan satu per satu, maka ini bisa dijadikan bahan disertasi: pengaruh 6 jam di kapal terhadap kecerdasan bangsa (berlebihan).
Pada akhir jam keenam kami mulai melihat sebuah pulau. Dan layaknya orang yang berbulan-bulan berlayar (jadi ingat Columbus), kami bahagia luar biasa melihat Karimun Jawa sudah nangkring di situ. Daratan!!! Wajah-wajah jelek perlahan-lahan mulai bersinar (ngga profesional banget ya?), kami malah foto-foto segala hahahhahaaa....
Setelah menghabiskan siang di kapal, sore kami tiba di Karimun Jawa. Huwah!!! Bahagia!!! :D
Pak Sholikul sudah menjemput naik motor. Boncengan tiga-tiga kami menuju rumah beliau di desa Alang-Alang. Di sepanjang jalan antara pelabuhan dan Alang-Alang, saya terpesona dengan buanyaknya perkebunan jambu monyet. Langsung membayangkan rujakan.
Tibalah kami di rumah Pak Sholikul. Rumahnya cukup luas. Saya tidur sekamar dengan Mbak Olip. Yang cowok-wocok di kamar sebelah timur. Depan rumah ada masjid. Belakang ada laut! Yes! Setelah berbenah sedikit, kami jalan-jalan di sekitar rumah berburu sunset :) Lapangan depan SD dipakai untuk main sepak bola... cukup meriah. Jalan aspal ukuran Sojomerto (hehehehe...) ngga lebar-lebar amat.



Listrik bisa dinikmati dari maghrib sampai jam 22.00. Dan jam 21.00 kami sudah "tewas". Laut sudah terseberangi hari ini. Kami sudah sampai di Karimun Jawa, dan liburan menyenangkan harus segera dimulai. Yeah!
-RhoMayda-
03:35 Posted in Perjalanan | Permalink | Comments (3) | Email this


Comments
karimun itu target liburan tahun depan. dan kau sudah mendahului aku. menyebalkan! :P
*)potonya cakep cakep, makin canggih aja kau :D
Posted by: devie | 21.09.2008
"6 jam di kapal diisi dengan kegiatan-kegiatan seperti berikut: mencoba sebisa mungkin tidur dengan posisi apapun, berusaha keluar dari toilet dalam keadaan hidup (dilema antara mau nafas atau nggak), main kartu, main ke atas, kelaparan, nonton TV yang suaranya kalah sama ombak, kedinginan karena angin, kepanasan karena siang, pengap asap rokok, walah... macem-macem. Kalau dijelaskan satu per satu, maka ini bisa dijadikan bahan disertasi: pengaruh 6 jam di kapal terhadap kecerdasan bangsa (berlebihan)."
haha ak terbahak baca itu!
Posted by: rad sujanto | 21.09.2008
.... sama mencoba cari hiburan di dek bawah yang isinya kendaraan, duduk di tangga bareng orang lain mencoba untuk tidur di situ setelah gagal cari tempat di dek penumpang karena di semua lorong lantai udah penuh emak2 tidur (ekstrimnya, ada yang sambil breastfeed anaknya), dan menggembungkan pipi mensugesti diri sendiri biar ga muntah... huehe
Posted by: taufiqn | 25.09.2008
Post a comment