20.09.2008

Karimun 4. Children on Board!

Hari ini hari Senin, 18 Agustus 2008. Saya ngga mau bangun telat. Saya harus melakukan sesuatu pagi ini! Ternyata saya boleh ikut Mas Topik dan Pak Sholikul mengangkat jaring yang ditebar kemarin sore sama Mas Mamat (huh, cuma Mas Mamat yang boleh ikut kemarin, kami ngiri). Pagi-pagi ketika cahaya di langit timur masih sangat tipis, dan laut masih agak gelap, saya dan Mas Taufiq ikut Pak Sholikul dan temannya mengangkat jaring di laut belakang rumah. Hwaaa... it was awesome! Jepret sana-sini tentu saja :)

Kami memulai dari ujung jaring yang jauh, kemudian pelan-pelan diangkat sampai perahu mendekati daratan. Ikan pertama yang tertangkap membuat saya terkagum-kagum. Tapi ikan-ikan berikutnya malah jauh lebih besar. Walah-walah.... Bayangkan saja (saya teringat kata-kata Pak Sholikul), ngga usah membuat kolam, mengatur suhu, mencari bibit ikan, memelihara, memberi makan dengan baik, tanpa repot-repot begitu, di belakang rumah ini Tuhan menyediakan ikan-ikan secara gratis! Tinggal ngambil!

Menjaring ikan (photo by RhoMayda)

Sebetulnya semua sudah ada, manusia tinggal ngambil. Kenikmatan ada di mana-mana, manusia tinggal ngambil. Ya kalau males, ngga dapet apa-apa dah.... Ah... saya harus belajar bersyukur.

Oke fokus! :)
Ikan-ikan yang ditangkap lumayan banyak. Waaa... ini akan menjadi menu makan kami! Beberapa ikan digerogoti 'lintah laut' yang kata Mas Taufiq namanya sucker heheheee....
Bentuknya sebesar kelingking, warnanya putih dengan kaki-kaki di samping kanan-kiri tubuhnya. Dia menempel secara mengerikan pada tubuh ikan, lalu menembus daging (jadi tubuh ikannya tuh berlubang gitu). Ngeri ya.... Tapi saya tetap terpesona dengan ikan-ikannya. Pak Sholikul menyebutkan nama ikan tiap kali ada ikan yang tertangkap. Saya ngga apal semuanya, tapi saya ingat ada ikan yang bernama Sri. Ikan yang agak pipih dengan sisik mengkilap namanya Yulianti (ini sih asal-asalan saja, daripada ngga ada namanya). Ikan yang agak pipih dengan sisik mengkilap dan ukuran lebih besar daripada Yulianti bernama Yulianto ^_^

Jaring sudah diangkat, kami pulang dengan ikan-ikan calon menu makan. Bahagia. Setelah sarapan, kami jalan-jalan sebentar di sekitar rumah. Rencananya adalah mencari sinyal IM3 :D tapi ngga dapet. Handphone saya ngga bisa dihubungi selama beberapa hari. Ngga apa-apa.

Ketika Anda di Karimun Jawa, maka yang akan Anda lakukan hanyalah: berada di laut. Laut laut laut, lagi-lagi laut. Jadi waktu siang itu Pak Sholikul bilang "Mas Taufiq dan Mas Yodim ikut saya nanam rumput laut, yang lainnya jalan-jalan saja keliling Karimun Jawa naik motor," kami yang bukan Mas Taufiq dan Mas Yodim merasa perlu protes. Hahahahaaa.... Kami mau ikut! Dan bukan cuma kami berempat saja (Mas Mamat, Mas Jake, Mbak Olip dan saya), tapi anak-anak desa Alang-Alang yang selama ini menjadi teman kami juga mau ikut ke laut heheheee.... Akhirnya kami beramai-ramai berjalan menyusuri kampung menuju sisi laut tempat menanam rumput laut. Pak Sholikul dan Mas Taufiq naik perahu. Kami datang di lokasi bersamaan. Satu-satu kami naik ke perahu.

Perahu dijalankan agak ke tengah, dan jangkar ditanam. Mas Taufiq dan Mas Yodim mulai membantu menanam rumput laut. Jake berenang. Mas Mamat juga berenang, beberapa anak ikut berenang-renang di laut. Kebanyakan ngga diperbolehkan berenang karena terlalu dalam. Untuk mengalihkan perhatian anak-anak dari kebosanan di tengah laut, saya usulkan untuk menggambar. Harus ada yang dilakukan jika kita "terperangkap" di perahu di tengah laut. Satu-satu mulai menggambar di buku catatan yang saya bawa. Ada gambar bunga, kapal, orang... macam-macam.

Menggambar di atas perahu (photo by RhoMayda)

Nah, ini yang menarik. Jadi kira-kira ada delapan anak kecil di perahu, berusia 7-12 tahun. Perkenalkan... anak-anak laut dari desa Alang-Alang Karimun Jawa. Anak-anak laut! Ealah... ternyata pada mabok. Mabuk laut maksudnya heheheee.... Ana tuh yang parah. Udah kelihatan stres mau muntah. Akhirnya muntah juga. Memang cuma dia sih yang muntah, tapi beberapa yang lainnya juga mengaku pusing. Yang lucu adalah si Anis. Dia pelan-pelan mendatangi saya yang duduk di kursi kemudi, di belakang. Dia bilang malu-malu mau pipis. Saya panik! Nah lo, iya sih banyak air di sana-sini. Tapi gimana caranya pipis??? Tapi si Anis buru-buru bilang kalau dia sudah pipis. Dan saya melihat celananya basah, lantai pelan-pelan juga basah. Oh! My! God! ^_^' Oke, think think think! Teman-temannya sudah mulai mengejek. Saya buru-buru bilang kalau itu ngga apa-apa. Dengan botol bekas air mineral yang ada di perahu, saya siram air kencingnya dengan air laut. Fiuh... problem solved! ^_^

Children on board!

Sorenya, kami beramai-ramai pulang. Semua terlihat capek. Wajah-wajah tampak saaangat lesu. Capek berenang, capek berjemur, capek duduk-duduk di perahu yang bergoyang-goyang di laut.... Puyeng juga sih... :) Wajah Ana (yang muntah tadi) masih kelihatan pucet, dia berjalan pulang ditemani Bahri. Eh tahu nggak, apa yang saya pikirkan ketika melihat Ana dan Bahri? Kalau mereka udah gede... I think they should get married!!! Hahahaaa.... Bodoh ya?! Ngga kan! Ana kelas 3 SD, Bahri kelas 4. Mereka sama-sama pinter. Dan, ngga seperti kebanyakan anak kecil di situ, mereka tuh terlihat kompak berdua. Kayaknya si Bahri tuh sayaaang banget sama Ana, dia sering mainan gelang Ana. Terus kalau Ana dinakalin sama yang lainnya, Bahri pasti bela-bela Ana. Hwaaa... seru kaaan. Hahahahaaa... apa coba. Tadinya saya kira mereka berdua kakak-adik. Ternyata sepupuan jauh. Tuh kan! Mereka harus dijodohkan!!! Hahahahaaa....

Ana dan Bahri.

Rhomayda!!! Fokus!!!
Oke, maaf.... Ana, Bahri, ini urusan entar, jangan pusing sekarang :p (Hoi!!! Fokus!!!) Iya iya, ini terakhir. Maaf maaf....

Nah... sore-sore gitu kami duduk-duduk di belakang rumah. Lagi-lagi ada kelapa muda. Yeah! Di situ, ada meja panjang dari papan-papan kayu bikinan sendiri. Laut cuma berjarak tiga meter. Hmm... beberapa kelapa muda sudah dipetik. Mulai dibuka. Wah! Kapan lagi ya bisa duduk-duduk di pinggir laut, menikmati kelapa muda segar yang baru dipetik :)

Di belakang rumah, di pinggir laut....



Mas Taufiq, Ana, Bahri dan Maulana (photo by RhoMayda)



Malam harinya saya dapat sebuah nasehat dengan legitimasi ayat-ayat suci. Heheheee... langsung terpojokkan. Ah, biar saya urus sendiri. Mari lanjutkan cerita kita! :) Well, malam itu malam terakhir kami di Karimun Jawa. Hmm... kami ngga mau tidur terlalu awal. Biasanya karena capek bermain seharian, jam 20.00 kami sudah ngantuk. Jam 22.00 listrik sudah dimatikan, diganti lampu minyak. Kali ini, kami ngga mau tidur awal. Jadi kami main kartu (kontrasnya cukup mencolok dengan ayat-ayat suci tadi hehehe...). Permainan kartu malam ini namanya... DOBOSAN! Hahahahaaa... saya banyak kalah :p

Sampai besok!

-RhoMayda-

 

Comments

kira kira 10 tahun lagi, perlu kembali ke karimun buat memastikan apakah Ana dan Bahri benar benar berjodoh

Posted by: devie | 21.09.2008

lho... ima ke Karimun sama Robin Van Persie jg ya...??? ak liat fotonya di atas. Nomor punggung 11!!

Posted by: setiawan | 19.12.2008

laaah kan dia yang ngundang :D

Posted by: RhoMayda | 19.12.2008

Post a comment