20.09.2008
Karimun 3. Indonesian Paradise
Hari ini hari Minggu, 17 Agustus. Yang ada di kepala saya pagi itu adalah: wow... saya di Karimun Jawa! Bukan: wow... Indonesia ulang tahun. Heheheheee... suasananya ngga semeriah di Jawa sih soalnya, jadi lupa kan. Pagi ini saya bangun kesiangan, jam 05.22 (gila kan? Biasanya jam segitu baru tidur). Yang lain sudah pada berburu sunrise, saya masih harus sholat shubuh. Dan begitu mulai baca-baca di depan rumah, mereka pulang (memalukan).
Setelah sarapan kami memutuskan untuk menyeberang ke Kura-Kura Resort. Rp 100.000 untuk berlabuh di sana, dan Rp 20.000 per orang untuk biaya masuknya. Oke. Ini kali pertama kami naik perahu. Pak Sholikul ditemani seorang bapak. Waaah kami betul-betul terpesona dengan lautnya! Begitu biru, bening... dari atas perahu, batu karang di dasar laut bisa terlihat. Sssahhh! Keren bukan?! Anginnya, ombaknya, airnya, perahunya... semuanya asik! Dan kami tiba-tiba teringat bahwa Indonesia ulang tahun!!! SELAMAT ULANG TAHUN INDONESIA!!! Mulailah lagu Indonesia Raya dikumandangkan keras-keras beramai-ramai (ngga peduli seberapa bobrok suara saya) :D
Tiba di Kura-Kura Resort saya merasa orang-orang memperhatikan kami dengan tatapan "Ngapain anak-anak kayak gitu ke sini?". Yacht-yacht (apa sih ini bahasa Indonesianya?) yang parkir (hah?) di situ kelihatan berkelas. Pasti juga dimiliki orang-orang berkelas. Ah bodo amat. Saya terlalu bahagia untuk mempedulikan pikiran orang. Mari fokus....
Ada dermaga bagus dengan beberapa meja dan kursi diletakkan di situ. Orang-orang kelihatan ramai berkumpul, rupanya para karyawan sedang merayakan 17-an. Kami disambut oleh seorang bapak yang akan menjadi tour guide kami di situ. Bersama beliau kami diajak berkeliling resort itu. Pohon-pohon kelapa menjulang di sana-sini di antara kamar-kamar yang dibangun terpisah satu sama lain. Pasir putih, taman yang bagus dan rapi. Ada vila, ada apartemen... wah... asik! Apartemen tuh ada tempat tidur, ruang keluarga, dapur, kamar mandi, kolam renang, semuanya berada di dalam dinding tertutup. Sangat private, baguuus banget! Katanya sih banyak orang asing datang ke situ, terutama untuk bulan madu. Terus terang saja, saya juga langsung tertarik pengin ke situ. Tapi untuk bulan madu??? Ngga ah :D Takutnya besok-besok udah ngga se-excited ini karena udah pernah lihat sebelumnya. Lagian, saya masih merasa terlalu bodoh untuk memahami bulan madu tuh apa hahahahaaa.... Tapi sepertinya harus betul-betul exciting.
Nah, mendekati penghujung kunjungan ke Kura-Kura Resort, kami ke dermaga berniat berenang (niat aja, karena ternyata ngga ada yang renang di situ). Di situ bisa lihat ikan kecil banyaaak banget (langsung ngebayangin makan siang), tapi ngga boleh mancing (huh) hahahahaaa.... Puas foto-foto, kami meninggalkan Kura-Kura Resort dengan kekaguman tersendiri akan dibelinya tanah di seluruh pulau itu lalu dibangun resort di atasnya, dan sukses! Gila... hebat.... Ini websitenya http://www.kurakuraresort.com/ :)



Kami kembali ke perahu kami yang menyenangkan, dan kembali berlayar. Tapi ngga langsung ke rumah. Kami mampir ke bagian lain pulau Karimun Jawa yang asik untuk berenang. Yeah! Nyebur dah satu-satu. Airnya betul-betul bersih... batu karangnya... waaa... pokoknya asiiik!!! Semua basah, dan langsung item :D


Setelah puas, kami naik lagi ke perahu dan pulang. Siang ini Mas Bayu mau balik ke Jogja (saya udah males bayangin 6 jam naik kapal dan 6 jam naik bis). Tapi Mas Bayu harus balik karena ada ujian pendadaran (yang dilalui dengan sukses. Selamat yaaa). Sampai rumah langsung mandi, lalu makan siang.
Setelah Mas Bayu pergi, sore-sore kami diajak lagi ke laut. Pak Sholikul mau menanam rumput laut. Ber-6 ikut Pak Sholikul, berikut jambu-jambu monyet hasil petikan Pak Sholikul di kebunnya. Kita rujakan di lauuut..... Perahu sudah menjauh dari pantai. Jangkar dilempar, Pak Sholikul mengambil perahu kecil yang punya kaki sebelah (ngga tahu namanya). Dengan itu beliau mengikat-ikat rumput laut pada seutas tali rafia yang puaaanjang. Yang lain mulai terjun bebas ke laut. Saya baca-baca saja di perahu (di tengah laut! Nikmat betul!). Mas Taufiq ditawari naik perahu kecil itu, dia mau. Tapi harus ngambil sendiri di pantai. Yaaah terlanjur mau, berenanglah dia ke tepian (halah), dan itu jauuuh banget. Hahahahaaa... saya sih heran doang, tapi dia berhasil balik ke tengah laut dengan mendayung perahu barunya :) Mas Yodim dan Mbak Olip juga mbantuin nanam rumput laut. Perahu dengan kaki sebelah ini cukup merepotkan juga. Jadi supaya perahu ngga terbalik, beban harus ditumpukan ke sisi kaki. Perahu Mbak Olip terbalik dua kali karena ngga seimbang. Heheheee... basah dah....





Sebelum gelap kami kembali ke rumah. Setiap orang mengomentari warna kulit yang lainnya. Hahahahaaa... ngga penting banget ya. Kami seperti biasanya sholat di masjid. Maghrib itu kami ikut Pak Sholikul ngajar ngaji. Anak-anak kecil berkumpul untuk ngaji setelah sholat. Wah... ini pengalaman ngga terlupakan. Betul dah. Ada Ana, Anis, Bahri, Maulana (ini kecil tapi nakal banget), Mia, Leo.... Selesai ngaji, pulang, makan malam... tidur jam 21-an....
Hhh... this is just like a dream....
-RhoMayda-
03:40 Posted in Perjalanan | Permalink | Comments (2) | Email this


Comments
mupeng akut :(
Posted by: devie | 21.09.2008
Yacht = kpl pesiar.. :D
Posted by: rad sujanto | 21.09.2008
Post a comment