16.07.2008

::: Kuta

Seharian ini (tanggal 10 Juli 2008) saya di Kuta. Jalan-jalan sama Riri. Pagi tuh ke Kak Dewi (kakak Riri), dia punya kelinci banyaaak banget! 40 lembar! Kandangnya panjaaang banget! Lucu-lucu deh kelincinya. Tapi kelinci tetap binatang, dan saya ngga paham jalan pikiran mereka, jadi tetep takut :) Kita sarapan di situ juga, nasi bungkus yang sambelnya pedes ^^

Ini salah satu dari 40 kelinci milik Kak Dewi.

Sehabis tuh jalan-jalan di Erlangga Denpasar sama Kadek. Wow... gede banget tempatnya. Langsung dah ke bagian kalung-kalung! Gileee.... Asoy! Beli dah beberapa oleh-oleh :)
Pulang ke Kuta, dilanjutkan dengan metik belimbing wuluh di halaman rumah Kak Dewi, dan menyantapnya dengan garam sambil merem-merem. Sedddaaap....

Agak sore kita bertiga ke Tanah Lot. Hmm... jadi keinget Judith lagi. Dulu pas baru-baru kenal Ketut, Judith pernah ajak saya ke Tanah Lot. Sekarang saya sama Riri ke sana. Kambuh deh perasaan haus kamera. Kita berdua mejeng sana mejeng sini, poto-poto banyak banget. Hahahahaaaa.....
Rame banget Tanah Lot, jadi kita menyelamatkan diri ke batu karang di situ yang agak tinggi, sebelum kehabisan oksigen dan runyam terinjak-injak para pendatang (berlebihan sih). Dari situ malah asik, bisa bikin poto keramaian dari atas :) yeah!
Iseng ingin melakukan yang belum pernah dilakukan, saya bikin tato temporer. Haha! Motif bunga, lekuk dan titik di punggung tangan kiri merambat ke ujung ibu jari (halah). ^^

Bersama Riri di Tanah Lot. Saya merasa sangat Bali ^^

Tato temporer di Tanah Lot.

Pulang ke Kuta sudah gelap, dan kita kelaparan. Sebelum cari makan, kita susur pantai Kuta dulu naik motor Mio-nya Kak Dewi. Gile... kaku juga tuh. Jadi kelihatan banget bedanya orang-orang lain yang naik motor matic dan saya. Kaki mereka di depan duduk dengan sopan, kaki saya di samping. Kaki mereka diam dengan damai ketika kecepatan diperlambat, kaki saya gerak-gerak mau ngerem dan ganti gigi. Halah! Susah! Tapi lama-lama terbiasa, dan berani ngebut :D

Di sebuah perempatan jalan di Kuta, kita diteriakin bli-bli (mas-mas) yang di pinggir jalan.
M: Mbaak! Motornya dikesini'in dikit! Itu untuk yang kiri! Ke kiri jalan teruuus!
(Kita manut, dengan kerepotan mindahin posisi motor agak ke kanan)
M: Mau ke manaaa?
N: Ke Kutaaa. Bener kan ini jalannyaaa? (Tanya Riri)
M: Iyaaa. Luruuus terus kanaaan.
N: Okeee.
(Lampu hijau, kita meluncur)
M: Namanya siapaaa???
R: Tikaaaaaaaa!!!
^_^

Lalu kita sampai di rumah makan sea food yang tadi sore saya lihat ada orang bawa-bawa kepiting hidup. Malam ini kita pesan cumi bumbu pedas, ikan bakar dan kangkung terasi. Gileee... kenyang! Tentram lagi dah ni perut :D
Malamnya kita pulang naik motor ke rumah Riri di Kuta Permai. Setelah packing, kita tidur. Besok harus bangun pagi, karena Merpati ke Bima berangkat jam 9.

Sea food yang lezzzat dengan bumbu khas Bali.

Tanggal 10 Juli ini ditutup dengan perasaan was-was karena mungkin rencana ke Bima (di Sumbawa) adalah sebuah kenekatan dengan resiko tinggi. Tapi... benar atau salahnya, harus dibuktikan sendiri bukan?
:)

-RhoMayda-

 

Post a comment