16.07.2008
.: Banyuwangi
Tanggal 7 Juli 2008 saya seharian jalan-jalan di Banyuwangi. Hari Senin itu serasa diawali dengan bangun pagi-pagiii sekali, ternyata sudah jam sembilan! As*m.... Ngga di Jogja, ngga di Leiden, ngga di Sojomerto... ngebo lancar! Bahkan liburan di Banyuwangi ngebonya turut serta....
Mandi, sarapan. Lauknya pepes jamur (yes!). Jam 10.00 jalan-jalan sama Biba (keponakan). Kita memang berencana beli musik Banyuwangian. Ini karena saya sudah terlanjur jatuh cinta sama "Rehana". Kita naik motor ke kota. Ckckck... saya bahagia. Beli dah VCD Catur Arum, Denata, pokoknya harus dapat lagu "Rehana". Belum puas dengan itu, kita beli satu musik kendangkempul hehehe.... Menyenangkan. Karena tingkah saya ini (beli musik Banyuwangian), orang nanya "Dari mana, Mbak?" Maka otomatis saya jawab "Jogja, Bu" sambil senyum khas orang bangun kesiangan.
Dari kota kita meluncur (padahal jalanan naik) ke Kalibendo. Kalibendo tuh perkebunan karet, sejuk banget di situ. Jalan ke Kalibendo rusak, aspalnya bolong-bolong. Kanan-kiri pohon-pohon rindang. Ijooo banget. Ini mengingatkan saya pada tulisan di pinggir jalan "Banyuwangi Ijo Royo-Royo". Udaranya sejuk (bukan, dingin maksudnya), pemandangan bagus.

Biba bilang, tempat ini adalah tempat favorit pasangan muda untuk pacaran (dengan pacar yang wujudnya manusia, bukan komputer) ^^ Ngga kelihatan dari jalan, karena mereka akan "ngumpet" di balik pohon karet yang ramping (yeee ngga ngaruh kali!). Biba juga nambahin, katanya yang lebih yahud buat pacaran adalah pelabuhan. Kalau malam, di situ banyak pasangan mesum berjejer-jejer. Bahkan badan setengah telanjang tuh oke-oke saja di antara banyak orang. Hahahaaa... jadi penasaran ^_^'
Oke, fokus!
Di Kalibendo kita cuma lewat aja, terus puter balik karena tujuan berikutnya adalah Taman Suruh yang tadi sebetulnya udah kita lewati. Tiket masuknya Rp. 6000,-. Itu tuh kolam renang, kayaknya ada tiga, di samping-sampingnya ada taman bermain dengan ayunan, njot-njotan (apa tuh ya namanya yang kayak timbangan?) dan pendopo-pendopo kecil untuk duduk-duduk. Rindang, asri, bersih, adem, ijo dengan banyak bunga warna-warni. Ini juga tempat pacaran (halah).
Setelah puas makan burger, ngobrol dan poto-poto, kita pulang ke kota. Berhentilah kita di stadion Diponegoro, jajan es campur. Hmmmm... sueger di tengah kota yang terik. Terus pulang deh ke Budhe di Pakistaji. Sambil ngopi, saya ndengerin Budhe ngegosipin seorang cewek Banyuwangi:
"Iku lho Nduk, rambute iiiabang sak mene, opo sak mene, nganggo wig. Cok ngene, cok lurus, cok muntir-muntir koyok rambute wong... opo... wong edan iku lho."
Hahahaaa....
Sore-sore kita makan. Ada jamur lagi (yes!). Setelah makan saya telefon Ibu Maryam di Bima. Tapi ternyata beliaunya sedang di Mataram. Malemnya ngopi sambil ngobrol-ngobrol dengan sepupu-sepupu dan Budhe. Kita ngobrolin Bima yang sepi, ngga ada mall, ngga ada taxi dan banyak hutan hehehe....
Jam 23 saya packing karena besok paginya menyeberang ke Bali. Tidur. Malam itu saya mimpi aneh. Aneh karena begitu kuat, mirip nyata. Payah deh. Ngga usah dibahas dah :)
Selesailah tanggal 7 Juli 2008.
-RhoMayda-
06:15 Posted in Perjalanan | Permalink | Comments (3) | Email this


Comments
q arek banyuwangi.kmu cwk hebat, bsa jln2 keli2ng indnsia. emang banyak duait ya? q kepengen banget jln2 keli2ng nusantara tp gmna cranya?
Posted by: hendra | 21.08.2008
caranya menabung, mas hendra :)
dan berangkat
ayo jalan bareng yo
Posted by: RhoMayda | 21.08.2008
salam kenal non, saya lare oseng asli banyuwangi, kalo kebanyuwangi lagi bilang bilang dong kita bisa jalan jalan bersama, masih banyak kok wisana dibanyuwangi,
salam.
Posted by: heztyra | 26.11.2008
Post a comment