17.03.2008
Indahnya Dunia (Halah)
V: Itu ngga adil! Dia harus kasih penjelasan!
M: Aku cuma heran... kenapa ngga dari awal? Kenapa hari ini, setelah dia melakukan banyak hal yang ngga aku minta....
V: Itulah. Kamu harus tanya, kamu berhak tahu. Tanyakan alasannya! Dia pasti punya alasan... pasti.
M: Mungkin aku akan tanya. Tapi ngga hari ini. Aku terlalu shock. Tadi seharian aku tertawa-tawa bersama teman-temanku sambil menahan tangis. Ya baru sekarang saja meluap.
V: Tuntaskan sekarang juga! Supaya kamu lega. Kalau kamu penasaran, kamu ngga akan bisa melupakan dia. Tapi kalau kamu mau menangis ya ngga apa-apa. Menangislah sambil berendam air dingin. Besoknya pasti kamu ngga pusing lagi mikirin masalah ini (karena kamu akan pusing mikirin masuk angin) :p
M: Ah, ngga segitunya kok. Aku ngga mau berlama-lama kebawa emosi, takut sulit berpikir jernih. Aku sholat dulu saja. I feel a lot better now, terima kasih ya. You're an angel....
V: Ya sudah, biar Tuhan yang urus. Selamat tidur kalau kamu mau tidur. Mungkin menurutmu I'm an angel... well then you are my wings :)
Lalu saya membayang-bayangkan kejadian mereka dan apa yang terjadi pada masing-masing orang. Payahnya ditinggal kekasihnya lama banget, pulang belum tentu, ngga pernah bisa komunikasi (ngga ada sinyal, katanya). Jengkelnya sakit hati. Capeknya sembuh dari sakit. Ruwetnya mikirin omongan orang lain....
Menyedihkan....
Tapi pelan-pelan saya bisa tersenyum. Setengah terharu (sampai hampir tersedak). Saya bayangkan Tuhan juga tersenyum melihat saya tersenyum. Bukan bukan, Dia ngga tersenyum, tapi bahkan tertawa penuh sayang setengah geli (gimana sih njelasinnya) seperti seorang kakek yang mengawasi cucunya yang sedang menghitung semut lalu jari kelingkingnya tergigit. Mungkin lebih lengkap lagi kalau Dia juga bilang gini: "Paham kan sekarang?" Lalu tertawa lagi begitu bijaksana. Saya juga masih tersenyum-senyum saja, lupa pada perasaan-perasaan yang mungkin menyedihkan.
Jangan takut, jangan terlalu khawatir. Ngga ada alasan untuk itu. Toh kita selalu diawasi, oleh yang Maha Profesional. Jangan nakal, supaya Dia ngga bosan menjaga kita. Gigitan semut itu mungkin sakit, apalagi untuk anak kecil. Tapi kalau ngga pernah digigit, bagaimana kita tahu seperti apa rasa sakit? Kalau sudah sakit, sudah menangis, cepat-cepatlah berpikir lagi. Siapa tahu, kita cuma diminta untuk sedikit lebih hati-hati.
Bukan disiksa, tapi ditegur. Dengan cara yang memang disengaja dan lucu.
Salaam,
RhoMayda
. Tadi pagi Jogja berkabut, semalam hujan. Jadi ingat Leiden sebentar. Tapi di sini ada terlalu banyak suara... orang-orang yang mulai bekerja, anak-anak yang ramai-ramai ke sekolah, penjual sayur pulang dari pasar... walau berkabut, sangat meriah. Kabut di Jogja pagi-pagi begini bisa bikin tersenyum. Kabut pagi di Leiden... ya... agak sedikit jauh bedalah :)
. Oh iya. Nadia Farhana, selamat ulang tahun ya :) Ini ulang tahun pertamamu sejak kamu jadi istri dan sudah hampir punya baby. Walau kamu punya suami, walau kamu nanti jadi mami, kamu tetap teman sebangkuku yang pas diajak nekat.
01:00 Posted in Reflection | Permalink | Comments (2) | Email this


Comments
pagi berkabut, sore ujan sampe pagi lagi.. huihuuhuhu..
Posted by: anna | 21.03.2008
seandainya saya juga masih bisa ngomong seperti diatas
mungkin saja...
*phew*
Posted by: n.t.an | 30.03.2008
Post a comment