31.12.2007
Tahun Baru
Pentingkah tahun baru? Penting! Sama pentingnya seperti tahun-tahun yang lama. Pentingkah tanggal 31 Desember dan tanggal 1 Januari? Penting. Sama pentingnya dengan tanggal-tanggal yang lainnya.
Itu menurut saya :)
Salaam,
RhoMayda
00:00 Posted in Ngopi | Permalink | Comments (8) | Email this
22.12.2007
Ke Lommel
Saya di Lommel. Kebetulan memang liburan Natal dan tahun baru, selama dua minggu. Tapi ngga bisa santai sih, soalnya selain ada ujian... sudahlah ngga usah dibahas lagi, ngga cocok sama tema liburan ^^ Saya sedang pura-pura lupa di mana lokasi kampus, mata kuliah apa yang saya ikuti, buku apa saja yang sedang saya baca, gitu-gitulah. Jangan bahas apapun yang ada hubungannya dengan tugas kuliah, biar orang sangka liburan saya menyenangkan.
Kenapa saya ke Lommel?
Hmm... gimana ya. Yang jelas bukan karena Leiden dingin. Karena Lommel juga ngga hangat-hangat amat. Pohon-pohon masih sama putih. Tadi malam -8' C.
Ib dan Om di Lommel. Mereka sudah bilang, dari Jogja ngga bawa oleh-oleh, cuma beberapa DVD. Dan dengan penuh kemenangan mereka menyelipkan Pocong 2 di antara film-film yang lain. Begitu kelihatan, saya banting karena kaget. Ah, oleh-oleh ngga penting juga. Yang saya tunggu-tunggu adalah cerita yang mereka bawa dari Jogja. Saya juga perlu di-update. Bagaimana orang-orang rumah, bagaimana temen-temen masjid, bagaimana perpus di Malioboro, bagaimana Excelso (yang bungkus kopinya merah tua. Titik ^_^), bagaimana Ramadhan.
"Kamu tahu, sekarang mereka lomba azan! Musholla yang baru azannya keras banget, masjid juga ngga mau kalah! Dan rumah kita kan persis di antara kedua tempat itu! Ckckck... gila, kalau sudah azan, ngga ada pilihan lain selain sholat. Ngga bisa tidur gitu aja," kata Om Peter ^_^'
Saya ke Lommel karena rindu. "Ke Lommel" adalah sebuah paket perjalanan. Biasanya diawali dengan mengepak tas besar. Isinya bisa apa saja, termasuk laundry (maaf, maksudnya biasanya laundry). Lalu durasi perjalanannya yang minimal 3 jam naik kereta dan bis. Lalu apa yang dilihat dalam perjalanan. Bagaimana orang-orangnya 'berubah' dari Leiden pelan-pelan ke Brabant sampai di Lommel. Dari tempat yang sibuk ke kampung. Bahan obrolannya beda, logatnya beda, bahkan penampilannya beda. Lalu di rumah. Ada Ib dan Om, dua orang yang paling bisa diajak ngobrol tentang (hampir) apa saja.
Saya rindu membawa tas berat berisi buku (kali ini ngga ada laundry). Rindu duduk di kereta, tidur, melihat keluar, membaca, nulis. Rindu suasana "bukan Leiden". Rindu mendengar bahasa Belanda dengan logat "bukan Leiden". Rindu melihat wajah-wajah "bukan Leiden", melihat jalan-jalan dan rumah-rumah yang "bukan Leiden", begitu sepi. Rindu mendengar cerita-cerita yang "bukan Leiden". Rindu menikmati waktu yang "bukan Leiden". Terasa banget, di Leiden saya pengin cepet-cepet ngerjain banyak hal, sering banget naik sepeda buru-buru. Saya curiga, jangan-jangan detik di Leiden memang lebih pendek.
Tapi, belum satu malam di Lommel, saya sudah rindu teman-teman Leiden. Cuma, kerinduan saya untuk "ke Lommel" (maaf sekali) masih jauh lebih besar. Saya sedang menikmati yang "bukan Leiden" :D
"Waduh, jangan negatif begitu dong. Kamu kan masih harus kuliah, ke perpus, ngerjain tugas, ujian."
"Kuliah, perpus, tugas, ujian.... Apa sih tuh? Kayaknya pernah denger...."
Salaam,
RhoMayda
__________
Selamat liburan apa saja.
16:05 Posted in Ngopi | Permalink | Comments (8) | Email this
19.12.2007
Senyum Hangat
Saya termasuk orang yang tergila-gila dengan senyuman. Sama seperti orang lain. Iya kan? Siapa saja pasti senang melihat orang lain tersenyum. Seenggak-enggaknya, saya pikir sih begitu. Dan entah kenapa saya tersenyum-senyum sendiri ketika sedang menuliskan ini. See, saya betul-betul tergila-gila dengan senyuman :)
Hmm... menggoda. Tapi kenapa ya?
Satu. Yang jelas, ketika seseorang tersenyum kepada saya, saya bisa begitu saja ikut tersenyum. Atau tiba-tiba merasa semuanya akan baik-baik saja. Mungkin pernah juga, jantung saya tiba-tiba berdetak lebih cepat dari biasanya. Atau sangat mungkin kalau saya langsung jatuh cinta. Asik kan? Walau mungkin cuma selama dua detik, dunia menjadi sangat indah ketika seseorang tersenyum. Lalu setelah itu dunia kembali normal: sedikit menyedihkan dan berantakan. Dua. Yang juga jelas, senyuman itu bukan cuma sebentuk bibir yang ujung-ujungnya mengembang (ah, paham kan maksudnya). Kadang terlihat juga di mata, seperti ada yang berkilau gitu. Dan yang paling bisa membuat dunia saya menjadi indah sedikit lebih lama dari sekedar dua detik adalah mata yang tersenyum. Hahahahaaa... ngga penting ya?
Nah, inti dari tulisan kali ini (biar seolah-olah ada tulisan saya yang punya inti) adalah... ada yang saya curigai dari senyuman. Mengapa senyuman bisa membuat orang tergila-gila? Haha! Silakan berprasangka!
A: Jangan berprasangka. Orang senyum karena bahagia.
B: Atau pura-pura bahagia.
C: Bisa juga karena menutupi kegugupan.
D: Atau malu karena salah.
E: Tebar pesona paling.
Maka dari itu orang suka. Tapi saya punya alasan sendiri lho! Ada hal lain yang membuat saya tergila-gila. Begini. Saya curiga nih, jangan-jangan ada semacam hubungan 'gelap' antara senyuman dengan cuaca. Hahahahaaa... opo meneeeh iki? Karena yang saya rasakan, senyuman itu hangat. Dan ini pasti ada hubungannya dengan musim dingin! Haha! Akhirnya ketahuan juga sebabnya. Karena cuaca dingin, senyuman jadi terasa hangat banget.
---
Suatu pagi, saya naik sepeda ke kampus. Waktu itu dingiiin banget (info: sekarang 1'C). Sedikit buru-buru dan kesal kedinginan dengan setengah wajah tertutup syal, hampiiir saja saya nabrak seorang cewek yang mau nyeberang di perempatan jalan. Saya langsung ngerem, berhenti. Dia kaget, juga berhenti. Tiba-tiba dia tersenyum sendiri. Seolah-olah yang baru saja terjadi adalah sesuatu yang menyenangkan dan sedikit lucu! Saya heran, tapi malah ketawa. Cewek itu mulai menyeberang, masih tersenyum. Setelah itu saya bersepeda lagi. Itu mungkin senyum pertama yang saya lihat hari itu. Di cuaca yang dingin begini, senyuman seperti itu jadi terasa hangat (walau cuma untuk beberapa detik). Seperti bisa mencairkan sesuatu yang beku.
---
Iya tuh, jangan-jangan senyuman bisa mencairkan sesuatu yang beku (atau di tempat yang panas, bisa menyejukkan sesuatu yang mendidih. Hahahahaaa...). Mungkin, jika yang beku itu sudah cair dan dijaga supaya tetap begitu, kita ngga akan kedinginan lagi sepanjang hari. Senyumlah banyak-banyak. Bahkan kadang-kadang, tersenyum ketika sakit hati itu perlu. Asal tulus, dan bukan untuk menutup-nutupi sesuatu. Tersenyum untuk diri sendiri saja, supaya asik dan jadi sedikit lebih santai.
Nah, itu tadi omong kosong saya. Tentang hubungan 'gelap' antara senyuman dan cuaca. Senyuman bisa menghangatkan. Tapi, namanya juga hubungan 'gelap', ngga semua orang tahu. Ada banyak orang yang sudah terlanjur dingin dan terlalu beku.
Salaam,
RhoMayda
buiten is het donker
soms kijkt iedereen wat somber
nou, word wakker
het is typisch december
maar je bent bijzonder
voel je dan gewoon warmer :)
02:35 Posted in Reflection | Permalink | Comments (9) | Email this
11.12.2007
Semester Tiga
Semester yang aneh....
Belum lagi terbiasa dengan ritmenya, tiba-tiba semester ini berakhir. Belum lagi puas melepas rindu setelah liburan musim panas lalu, tiba-tiba harus berpisah lagi. Belum lagi sempat memahami bahan kuliah hari pertama, tiba-tiba minggu depan sudah ujian.
Hari ini hari terakhir kuliah semester tiga. Aneh. Semester yang sangat pendek. Sepertinya baru saja dimulai, dan sekarang sudah selesai. Mungkin semester tiga memang sebentar. Tapi ketika selesai kuliah jam 15.00 dan kami duduk-duduk sambil ngopi, kami tersadar bahwa yang baru saja kami lalui adalah semester yang begitu berat. Sekarang, ketika kami tahu bahwa kami ngga usah kuliah lagi, terasa banget capeknya. Dan itu terlihat di setiap wajah.
Inilah yang dirasakan waktu itu, kami tuliskan di tissue makan di kantin.

Kuliah sudah selesai. Itu kabar baik. Dan, sekarang saatnya para dosen mempertanyakan seberapa jauh kami mengerti. Ini kabar buruk....
Salaam,
RhoMayda
_______________
Kawan-kawan, alasan untuk berpikir ulang sebelum kadang-kadang memutuskan bolos kuliah ^.^ adalah: ngga ketemu kalian.
_______________
22:50 Posted in Reflection | Permalink | Comments (14) | Email this
Aku!
Dengan senang hati aku mau menemanimu. Setiap kali kamu perlu. Aku akan selaaalu di situ. Sampai kamu bosan dan muak dengan keberadaanku. Lalu akhirnya mengusirku.
Maka dengan senang hati aku akan meninggalkanmu. Aku akan menjauhimu sampai kamu ngga bisa lagi melihatku. Aku semakin jauh, dan kamu akan lupa padaku. Aku ngga akan menemuimu. Sampai kemudian kamu rindu dan kebingungan mencariku.
Maka dengan senang hati aku akan mendatangimu :)
Dan, dengan senang hati akan kudengarkan kamu bercerita. Biasanya cerita cinta. Cinta yang dirasa sia-sia, ngga ada gunanya dan ingin dihapus saja. Atau cinta yang lainnya yang makin menyala-nyala membutakan mata. Kusimak setiap kata. Kamu akan terus saja berbicara. Sampai kehabisan suara. Rongga dadamu kering kurang udara. Dan akhirnya kamu memintaku menutup telinga.
Dengan senang hati aku melakukan semua yang kamu mau. Kuturuti semua keinginanmu. Kupenuhi semua keperluanmu. Aku setia padamu. Dan dengan senang hati aku akan selalu begitu.
Sampai hari ini.
Hari ini aku pergi. Aku akan kembali, ketika aku kembali. Akan kudatangi diriku dulu, karena ternyata dia rindu padaku. Akan kudengarkan apa yang dia katakan. Aku akan diam (kamu juga diam). Kubiarkan dia bicara sampai malam.
Sampai tertidur.
Dan akan bangun, ketika terbangun.
-RhoMayda-
00:35 Posted in Reflection | Permalink | Comments (7) | Email this
09.12.2007
Hati
Benda unik. Hati manusia. Hati manusia itu lunak. Semua orang juga tahu itu. Kalau terpukul bisa hancur. Tertekan berantakan. Makanya hati-hati.
Hmm.... Tapi makin panas, hati bisa juga tuh jadi keras.
Jadi, hati manusia itu bisa lunak, bisa juga keras. Seperti hati ayam. Oalah, ngga unik-unik amat ternyata ^_^
-RhoMayda-
20:05 Posted in Reflection | Permalink | Comments (9) | Email this

