13.10.2007

Party!!!

Mari ngobrol sambil ngopi ^_^

Gimana Lebaran, Saudara-saudara? Mudik? Ngga mudik? Sama keluarga? Jauh? Libur atau lembur? Saya mau cerita nih, boleh yaa. Ngga dibolehin juga saya tetep cerita, kan saya yang punya password blog ini (ih, cariin alasan lain dong, kata-kata ini sudah saya pakai kira-kira 384 kali).

 

Kamis 11/10

Sehabis kuliah 'Bahasa Jawa' saya dan Riri nongkrong dulu di kantin Lipsius. Dikasih kue coklat sama Pak Ewald (dan sudah diizinkan untuk menghabiskannya ketika buka puasa). Asik ya. Tiba-tiba ada sms dari Ib katanya di Jogja sudah mau takbiran. Hah!!! Gila! Masak di sana takbiran, saya malah ada di kampus??? Ya sudah, pulanglah saya ke kos.

Telepon Ib jam 15.30, pas banget waktu Ib & Om ikut orang-orang kampung takbir keliling jalan kaki muter-muter kampung "Ini nih!!!" Ib teriak-teriak karena di sana rame banget, "temen-temenmu, semuanya di depan!!! Semua orang ikut jalan niiih. Ini bentar lagi udah mau sampai masjid lagi!!!" Setiba di masjid (deket rumah) akhirnya bisa juga ngobrol sama kawan-kawan. Bisiiing banget. "Ini Ma!!!" Teriak kawan saya. "Denger nggak??? Itu takbir tuh!!! Nih dengerin yaa!!!" hape Ib dideketin ke speaker di masjid. "Waaaa takbiiir!!!" Saya teriak-teriak sendiri di kos.

Tapi waktu itu, di Leiden masih sore. Dan saya masih belum juga selesai puasa. Ketika di Jogja sudah pesta-pesta, kebetulan saya sendirian di kos. Hampir maghrib, di Jogja sudah tengah malam. Saya bikin pasta untuk buka puasa.
Saya mikir, ih masak malam takbir sendirian di kos??? Akhirnya saya kabur ke Judith, nginep di sana (makasih ya Juud).

Jumat 12/10

Pulang dari Judith pagi-pagi, ke kos siap-siap berangkat ke Den Haag. Ngga ada baju baru sih, tapi penampilannya ya spesial tentu saja (halah). Naik sepeda ke stasiun Leiden Centraal. Ternyata! Banyaaak banget orang Indonesia yang ke Den Haag. Itu keretanya penuh! Rombongan dari Leiden mungkin udah tiga gerbong tuh ^_^ Bukan cuma itu, bis-bis dan tram-tram yang menuju ke Den Haag, pagi itu pueeenuh orang Indonesia (jadi kepikiran Batavia jaman dulu).

Namanya masjid Al-Hikmah, masjid KBRI. Sholat dimulai jam 10.00. Gilaaa penuuuh. Kalau ngga nyoba khusyuk sendiri, ngga akan khusyuk sholatnya. Rameee banget. Sekitar sejam di dalam masjid, dan ketika keluar, Anda akan mensyukuri nikmat Tuhan yang bernama oksigen.

Di luar masjid, seusai sholat Ied, semua orang mencari-cari kawan/kenalan untuk disalami. Apalagi kalau sudah lama ngga ketemu, wah... jeritannya bisa bikin orang lain pada kaget dan akhirnya cuma diem ngeliatin.

Puas berfoto-foto dan memastikan bahwa semua kenalan sudah disalami, kami (rombongan dari Leiden dan dari mana-mana) ke Wassenaar, rumah Pak Dubes yang juga lokasi makan-makan heheheee.... Lagi-lagi tram peeenuh dengan masyarakat Indonesia :D

Jadi gini, sebelum masuk rumah Pak Dubes, ada orang berjejer-jejer di depan pintu, mbagi-bagiin kupon untuk ambil makan. Terus kita masuk. Di dalam ada Pak Dubes, istri, Pak Wakil Dubes dan istri. Terus keluar menuju halaman belakang. Di situ... wah... manusia! Banyaaak banget!
"Ini kuenya ambil dulu ya Mbak, Mas, air putihnya juga. Ngga usah pakai kupon, kuponnya untuk ambil makan saja. Ada lima tempat di sini, silakan pilih sendiri."

Ini menunya:
Lontong (atau ketupat ya? Udah diiris soalnya), sayur... (lupa, pokoknya enak), ayam goreng, opor kambing, acar (ini saya ngga ambil, ngga suka), telur rebus bermotif batik (kata Mas Nugie itu namanya telur pindang, tapi saya malah bingung) dan kerupuk.

Rombongan Leiden ngumpul lagi, lesehan di rumput, bikin lingkaran. Ada anak Sejarah, ada yang belajar bahasa Belanda, ada anak Islamic Studies dan ada anak Indonesian Studies tentu saja ^_^ Selesai makan kami masih foto-foto (selaluuu saja), ejek-ejekan, sms-smsan, ada yang ngopi, ada juga yang ke toilet.

Puas dengan itu semua, rombongan Leiden pamit. Tapi saya (weits...) bersama tiga mas-mas dari Islamic Studies melancong dulu dong. Inilah resiko ngajak saya jalan-jalan, biasanya saya ngga nolak. Kami ke centrum Den Haag. Pulang, sampai Leiden hampir jam 18.00. Sampai di kos, saya ngopi. Dan telp banyak orang di Indonesia :)

 

Nah, begitu ceritanya.

Banyak sekali kebiasaan menyenangkan terjadi di sekitar kita dan kita tinggal menikmatinya. Sering banget tiba-tiba kita merasa bahagia. Tapi, ketika rasa senang bukan sesuatu yang biasa dan datang begitu saja, ngga ada salahnya kalau kita ingin bisa menemukannya, bagaimanapun caranya.

 



 

Misalnya gini. Di Jogja, Anda cuma duduk di dalam rumah saja sudah bisa mendengar takbir menjelang Hari Raya. Paginya dibangunkan dengan takbir juga. Siang sedikit, orang-orang berdatangan bersilaturahmi.

Di sini, hal-hal seperti itu betul-betul harus dicari. Ada sedikit usaha supaya bisa seneng. Tapi ngga apa-apa. Justru unik. Ini seperti, kitalah yang sengaja menciptakan suasana itu. Kita cari sendiri, kita temukan sendiri, kita rasakan sendiri, kita nikmati sendiri. Sepertinya kitalah sutradara diri kita sendiri. Kita sendiri yang menentukan apa yang ingin/akan kita rasakan.

Kalau kebahagiaan belum mendatangi kita, kenapa bukan kita yang mendatanginya? Ya nggak? ^_^

Salaam,
RhoMayda

 

__________

Sekarang saya jadi lebih paham, kenapa 'berkumpul dengan orang saleh' adalah tombo ati, dan kenapa sholat berjamaah lebih utama.

__________

 

01:00 Posted in Ngopi | Permalink | Comments (12) | Email this

11.10.2007

Waaa Lebaraaan!!!



17:10 Posted in Ngopi | Permalink | Comments (2) | Email this

07.10.2007

Is Dangdut the Music of My Country?

Saudara-saudara, sudah pernah nonton konser dangdutkah? Hihihiii... puasa-puasa, mendekati hari raya malah ngomongin dangdut ^_^ Begini, saya tiba-tiba pengin ngomongin dangdut karena baru saja baca artikel untuk kuliah Moderne Media van Indonesië, berjudul 'The Music Industry: Performance and Politics' oleh Krishna Sen dan David T. Hill dalam buku mereka Media, Culture, and Politics in Indonesia tahun 2000 (weits... sumbernya komplit).

Saya ngga akan mbahas apa yang mereka tulis. Tapi ada yang menarik dalam bab industri musik ini tentang musik dangdut. Dulu, pak Rhoma Irama bikin dangdut jadi musik nasional (jadi ngga kebarat-baratan seperti pop dan ngga tradisional seperti sinden misalnya). Cuma, orang-orang terpelajar pada bilang bahwa itu tuh menasionalkan sebuah ikon kelas bawah untuk menolak pop. Terus lama-lama pak Rhoma malah berdakwah lewat musik. Dan lama-lama lagi, dangdut malah jadi menu wajib kampanye parpol (kan pak Rhoma yang pada tahun 80-an adalah orang PPP, pas tahun 90-an jadi Golkar heheheee...). Eeeh tapi jangan lupa, dangdut tetap seksi lho dan dunia mengakuinya.

Nah, saya nanya lagi deh, sudah pernah nonton konser dangdut? Kalau sudah, bagaimana Anda mendefinisikannya?
a. sebagai ciri khas musik Indonesia
b. sebagai musik kelas bawah
c. sebagai media dakwah
d. sebagai hiburan politik, atau
e. sebagai musik yang seksi?

 



 

Dangdut banyak dibilang berasal dari musik India. Tapi karena sudah diadopsi dan diadaptasikan, musiknya jadi khas. Di bis-bis, musik dangdut adalah pilihan para pak sopir. Di terminal-terminal, dangdut juga terdengar dari radio-radio atau merdunya suara mas-mas pengamen. Dangdut populer sekali dalam masyarakat suburban dan pedesaan. Di desa-desa banyak juga pengajian akbar yang dilengkapi dengan pentas dangdut sebagai hiburan. Pentas dangdut seperti ini selalu saja ramai penonton (dan ironis sekali karena sewaktu pengajian malah sepi heheheee....). Bapak-bapak, ibu-ibu, kyainya, anak-anak, semua pengunjung pengajian menikmati alunan musik dangdut. Bukan hanya mereka, bahkan politisi juga menikmati musik dangdut dalam kampanye partai politiknya. Saya pernah datang ke konser dangdut (waktu konsernya saja tapi lho) partai Golkar di lapangan desa (saya ingatkan, tak selamanya lapangan itu hijau heheheee...). Bahkan pak lurah ikut joget :D Meriah bukan? Lebih meriah lagi kalau konser dangdut diadakan di alun-alun dalam rangka bagi-bagi hadiah yang disponsori oleh perusahaan motor atau mobil. Weits... kalau ini kan event-nya lebih umum. Siapa saja bisa datang. Tapi jogetannya itu lho! Erotis bow!

Lalu bagaimana menjelaskan semuanya? Kalau dibilang 'dangdut is the music of my country' yaaah dangdut sekarang juga diremix dan didisco. Barat juga kan? Atau dangdut adalah musik kelas bawah? Buktinya Pak Jarwo Kwat juga suka. Media dakwah? Yeee kalau dakwahnya sepi, bukan media namanya, tapi penghambat! Heheheee.... Atau hiburan politik? Ah, itu sih cuma buat narik massa aja kayaknya ^_^

Sisi Seksi Dangdut

Dangdut sebagai musik yang cute and sexy? Nah! Coba ya, dari sekian puluh/ratus/ribu penonton konser dangdut, siapa sih yang bener-bener ndengerin lagunya dan memahami liriknya? Ah masak ada? Bukannya dangdut jaman sekarang lebih sebagai hiburan visual daripada audio? Orang datang ke konser dangdut bukan untuk menikmati musiknya, tapi gerakan penyanyinya. Goyangan dangdut saja sudah ada berapa tuh macamnya (bisa dijadiin topik studi nih kayaknya)? Siapa penemunya? Pewarisnya? Duuh....

Masalah berikutnya nih. Konser dangdut yang mendekati erotis itu diadakan di tempat umum. Yang datang bukan cuma mas-mas dan bapak-bapak, tapi juga ibu-ibu dan adik-adik. Jadi, bagaimana menjelaskan ini? Kalau cowok-cowok sih jelas, datang mau ngapain. Pasti mau joget dan nglirik mbak penyanyinya. Tapi cewek-cewek yang datang?

Jadi, setelah sekian banyak menulis ini, saya masih ngga bisa menyebutkan karakteristik dangdut yang sebenarnya. Menurut saya, dangdut itu kompleks sekali. Banyak sifatnya, banyak peminatnya. Sangat mungkin jika kelima karakteristik yang berbeda-beda yang saya sebut tadi itu bisa muncul sekaligus dalam satu event saja.

Unik ya?
^_^

 

Salaam,
RhoMayda

 

__________

Image by:
Devie, 'Urban art Sampoerna Surabaya', Devie's public gallery, Picasaweb 2007.
__________

 

20:45 Posted in Ngopi | Permalink | Comments (8) | Email this

05.10.2007

Anak Kos: Kamu Puasa???

Anda puasa? Anda ngga puasa? Mari sama-sama saya ajak jalan-jalan ke Leiden. Tapi ngga usah ke museum yaa. Ke kos-kosan saja ^_^

Saya tinggal di apartemen (lantai delapan, paling atas, penthouse bow) bersama dengan tiga cewek lain. Jadi di kos ada empat cewek manis dan minimal lima bahasa: Belanda, Inggris, India, Indonesia dan Jawa. Dari empat cewek, ada dua yang kulitnya Eropa dan dua Asia. Dari empat cewek, cuma satu yang puasa. Haha!

Tahun lalu mereka heran "kamu ikut Ramadhan ya??? Kamu puasa???" Tahun ini sepi-sepi aja tuh, ngga ada yang nanya. Hmmm....

Mari, silakan masuk....

 



 

Satu yang harus diingat jika Anda jadi anak kos di Belanda adalah jangan manja. Apalagi kalau pengin puasa. Di sini, fasilitas minim.
- ngga ada azan
- ngga ada yang teriak 'sahur-sahur'
- ngga ada mercon! (maaf, yang ini harus saya syukuri)

Lha gimana kalau mau sholat???
Ya itu tadi, jangan manja. Cari inisiatif dong, download jadwal imsakiyah dari internet hehehe... ini populer banget di kalangan pelajar Indonesia.

Bisa wudhu kan???
Bisaaa. Kalau di kos kan tetep ada kamar mandinya, ada shower, ada keran. Kalau ngga ada... ya di wastafel. Walau unik (kan harus angkat-angkat kaki kayak pendekar), ini cukup populer. Tapi ingat, kunci pintu. Lebih baik ngga terlihat orang lain, karena adegan seperti ini cukup aneh bagi mereka.

Sahurnya?
Kalau saya sih roti. Ini karena terkondisi. Temen-temen Indonesia yang tinggal serumah rame-rame biasanya maem nasi bareng-bareng. Huu enak ya....
Oh iya, biasanya waktu sahur kan pagi banget, anak-anak kos belum bangun. Jadi, usahakan ngga ngganggu siapapun (ya kalau masak kan berisik biasanya...)

Tarawih bisa?
Bisa. Masjid-masjid di Belanda rame kalau Ramadhan, tapi kebanyakan orang dari Turki, Marokko atau Somalia. Masjid Indonesia di dekat Leiden cuma ada di Den Haag. Kalau betul-betul pengin ke masjid, ya ke masjid orang Turki atau Marokko.

Dan!
Ternyata tradisi/kebiasaan memakai mukena putih ketika sholat hanya dimiliki orang Indonesia. Di sini ibu-ibu (cuma) pakai baju longgar dan jilbab lebar. Warna-warni pula. Malah ada yang tiba-tiba nanya saya "tadi jilbab kamu bagus lho, warnanya putih" (Yeee Ibu, itu namanya mukena, cuma buat sholat aja kali) ^_^

Kalau lebaran?
Ada! Ada lebaran juga di sini. Cuma...
- malam sebelumnya ngga ada takbir di masjid
- apalagi takbir keliling, konvoi keliling kota, jauuuh
- ngga ada mercon (alhamdulillaah)
- setelah sholat Ied ya balik
- ada yang berkunjung ke keluarga dekat, ada yang kerja lagi, ada yang kuliah lagi... gitu deh

Nah, pas lebaran, di kos saya rasanya seperti... kalau pas Senin ya seperti hari Senin, kalau pas weekend ya sepi. Hahahahaaaa.... Intinya, ngga ada yang berubah. Normal-normal saja kok :)

Makanya saya lebih suka cari tempat pesta heheheee.... Tahun ini ada banyak undangan:
- dari teman di Venlo, ngajak bikin acara
- dari teman di Tilburg, disuruh nginep
- dari teman di Leiden, diajak ke KBRI
- dari teman di Belgia, disuruh nginep
- dari teman kampus, disuruh bikin acara di kos

Masih ada beberapa hari untuk memutuskan 'mau pesta ke mana?' Ada tawaran tambahan? ^_^

 

Salaam,
RhoMayda

 

__________

Dan saya kemarin pas tanggal 18 Ramadhan ulang tahun lho! Haha! Usia saya menurut kalender hijriyah sudah 22 tahun :D

__________

 

23:21 Posted in Ngopi | Permalink | Comments (6) | Email this

Searah

 

 

Ada seorang laki-laki. Mendatangi seorang perempuan. Beberapa kali. Tiap kali diawali dengan ketulusan. Beberapa kali sakit hati. Tapi tidak pernah berhenti. Tidak kali ini.

P: Sampai kapan akan seperti ini? Dua rasa yang tidak bisa dibandingkan (bukan karena berbeda, tapi karena tidak sama). Kenapa bisa begini? Apa kau mengerti?

L: Iya aku mengerti.

P: Karena aku tidak mengerti. Aku hanya takut, suatu saat, jika harapanmu, harapanku, tidak terwujud... padahal sudah ada begitu banyak yang diperjuangkan... dan kita menyesal, kecewa....

L: Seharusnya kita baru boleh menyesal jika sama sekali tidak berjuang.

(Hmm... perjuangan? Harapan? Apa lagi itu???)

L: Seperti apa harapanmu?

(Berada dalam secangkir capp... bukan, bukan itu jawabannya)

P: Sama seperti semua orang. Aku ingin bahagia. Bersama dengan seseorang yang mau jalan sama-sama. Ke mana saja bisa sama-sama. Bukan supaya bisa bersama. Tapi karena memang searah....

(Apakah kita searah?)

 

-RhoMayda-


__________

ambigu...

ada yang selalu mengawasi kita
selamat malam
semoga kita tetap terjaga
bahkan saat kita tertidur

selamat pagi
semoga pagi adalah awal yang baik,
yang tidak akan berakhir,
bahkan saat malam datang

 

__________

 

00:25 Posted in Prosa | Permalink | Comments (8) | Email this

All the posts