19.11.2006
Kosong Blong

Salaam,
RhoMayda
20:39 Permalink | Comments (15) | Email this
15.11.2006
Tu7uh
Yang ditakuti
- takut panik (ini justru bikin panik duluan)
- takut anjing kecil
- takut anjing medium
- takut anjing besar
- takut omongannya ngga ngenakin orang
- takut nonton film horor
- takut, setelah nonton film horor
Lagu yang bisa dinyanyikan dengan sangat baik
- dulu: Indonesia Raya (koor di SMP utk upacara Senin)
- Mengheningkan Cipta (halah)
- Stasiun Tua
- Pelangi
- sekarang: Pelangi-pelangi
- Balonku
- Semalam di Malaysia (huahahahaaaa...)
Di kamar ada
- kamus
- buku-buku dari kampus
- tempat lilin (dan lilinnya, tentu saja)
- lukisan (duh, ini wajib ada)
- pemanas ruangan (ini juga wajib!)
- pensil warna (kalau Yasmin main)
- laci berisi cemilan ^^
Saya tuh...
- cepet kaget
- cepet bingung
- cepet panik
- banyak ketawa (sepertinya ini aneh)
- bisa begadang
- bangun pagi ngga ikhlas
- minum kopi
Sebelum mati...
- pasti hidup ^^
- pengin selesaiin kuliah
- lalu kerja yang bener
- duitnya ditabung
- keliling Indonesia
- pengin punya rumah sendiri ri ri
- sebelum mati, pengin bekalnya penuh ^^
Paling sering ngomong
- halah
- ya?
- serius?
- oke
- kuul
- gimana?
- oh sorry
Yang paling saya suka
- perjalanan di kereta (kalau duduk, tapi)
- ngopi pas dingin-dingin
- ngopi pas panas-panas (intinya, kapanpun)
- ngobrol dari hati ke hati
- jalan-jalan di Malioboro
- naik motor sore-sore
- keluar rumah
Nah, makasih ya Anna ^^ Dan maaf, baru saja dikerjakan. Ternyata bingung juga mikirin tujuh hal ^^
Salaam,
RhoMayda
20:40 Permalink | Comments (5) | Email this
13.11.2006
Lidah Masih Tak Bertulang
Kali ini percakapan antara D, X dan Q. Hehehe... teruske waelah, sekalian :)
------------------------------

Tentang Teman
D: Kalau suatu saat orang yang kita anggap temen kemudian pergi, berarti dia bukan temen lagi dong? Agak jahat deh ketoke.... Kalau dia ndak mau jadi teman kita kenapa bukan kita aja yang jadi temennya?
X: Itu kenapa bisa pergi??? Bagaimana bisa???
Q: Sebentar, jangan panik dulu. Yang pergi apanya? Jangan-jangan yang kaubicarakan ini adalah fisiknya :) Kalau kau punya teman, jangan sampai pergi dong ;) Paling tidak, tetep bersemayam di hati.
X: Huakakak! Bosomuuu ^^
Q: Hush! Pertanyaan kedua. Lha iya. Kenapa tidak? Bukankah setiap orang bisa menjadi teman dan berteman dengan siapapun? Satu lagi, kalau ada yang tak mau jadi teman, bukan berarti dia musuh kan? Jagalah kerukunan antar umat manusia ;)
X: Pasal 13.
------------------------------
Percaya ngga percaya,
sekali teman datang, dia ngga pergi ^^
Mungkin tak terlihat, tapi dia dekat.
Mungkin jauh, tapi selalu ada.
Kalaupun tóh pergi, ngga selamanya.
Ngga akan lama, dia pasti kembali.
Setidaknya, kalau masih disediakan tempat duduk :)
Salaam,
RhoMayda
18:10 Permalink | Comments (7) | Email this
12.11.2006
Lidah Tak Bertulang
Ini ada tulisan. Ditulis oleh Q, untuk X. Ah, cuma variabel. Isilah dengan nama-nama kesukaan Anda (halah, opo to ki) ^^
-------------------------
Di sini, 5 November 2006
Kabar baik, X? Semoga kau tak lagi bersedih :) Ini kubuatkan sebuah tulisan. Mungkin bisa ditertawakan :D
Tentang Orang Lain
Satu. Orang lain adalah segerombolan orang yang mengitarimu, semua orang yang bukan kau. Intinya, kau berada di tengah-tengah orang lain. Rupa adalah semu. Mirip atau tidak denganmu, mereka adalah orang lain. Cuma ada satu orang yang seperti kau. Kau sendiri. Yang bukan kau, adalah orang lain. Orang lain tak akan pernah sama dengan kau. Kalau kau paham betul maksudku, kau tak akan pernah membeda-bedakan orang lain. Semua orang lain sama saja: sama-sama bukan kau.
Dua. Teman adalah semua orang lain yang... ah, asal nyaman, dialah teman. Teman itu tak bisa dilihat, jadi sebetulnya kau tak peduli seperti apa warna kulitnya. Tak bisa didengar, jadi kau juga tak peduli bahasa apa yang diucapkannya. Teman itu cuma bisa dirasa. Hatinya. Warna kulit tak lagi penting, yang penting adalah hati, letaknya jauh di dalam kulit. Bahasa tak lagi penting, yang penting (sekali lagi) adalah hati, letaknya jaaauh di dalam maksud sebuah ucapan.
Sayang sekali, kemiripan secara fisik, tak menjamin bisa tidaknya seseorang untuk diandalkan sebagai teman. Banyak orang yang warna kulitnya sama denganmu, ternyata tak terasa dekat. Yang bisa dijadikan teman adalah orang-orang yang sehati. Ketika mereka tak bisa dijadikan teman, itu bukan salahmu. Ketika mereka tak sehati denganmu, itu bukan salah mereka. Itu normal, biasa-biasa saja.
Semua orang yang bukan kau adalah orang lain. Begitu juga teman. Hanya saja:
Orang lain selalu datang dan pergi.
Sekali teman datang, dia tidak pergi.Itulah sebabnya, kau tak bisa terlalu bergantung pada orang lain. Karena nanti kau jadi manja dan kau tak bisa apa-apa ketika mereka pergi. Tapi kau masih punya teman, they stay.
Aku,
QKalau kau tak terlalu bergantung pada orang lain, kau akan mengerti betul bagaimana menghargai keberadaan seseorang. Dan betapa seorang teman adalah anugerah.
-------------------------
Ternyata kekuatan tak bisa diukur dengan kerasnya tulang ya. Buktinya lidah tak bertulang (slentikan dari Mata, Mas Hadi, Mas Wawan dan Mas Tomo).
![]()
Ngga tau deh, maksud saya apa ^^ Rasanya mau ketawa saja kalau dengar 'lidah tak bertulang'. Dan seandainya bertulang... (wah ngeri, jangan dibayangkan)

Salaam,
RhoMayda
21:15 Permalink | Comments (6) | Email this
09.11.2006
Dalam Secangkir Cappuccino
X: Sudah berapa banyak kopi kauteguk?
Q: Belum ada.
X: Belum??? Sekalipun?
Q: Hari ini? Belum sekalipun!
X: Kalau sebelum hari ini?
Q: Oh. Setidak-tidaknya secangkir kopi setiap hari selama bertahun-tahun. Aku tak pandai berhitung. Kau saja yang hitung. Berapa liter itu.
X: Kau tahu, tak baik punya kebiasaan buruk.
Q: Aku tahu.
X: Kau punya kebiasaan buruk.
Q: Aku tahu. Semua orang juga punya.
X: Tapi tak seburuk punyamu.
Q: Aku tahu. Banyak yang lebih buruk.
X: Hhh...
Q: Jangan lagi. Sudahlah.
X: Apa?
Q: Kau terlalu banyak omong. Matikan rokokmu.
X: Kau yang banyak omong. Biarkan aku merokok.
Q: Cuma dua kata. Matikan dan rokokmu. Kau bisa bikin buku mengomentariku.
X: Aku tak bisa menulis.
Q: Sejak kapan?
X: Sudahlah.

---
X: Sudah berapa cappuccino hari ini?
Q: Belum ada.
X: Belum???
Q: Aku menunggumu, tau!
X: Oh, maaf.
Q: Matamu merah, semerah putung rokokmu.
X: Sudahlah. Mau bikin buku mengomentariku? Mau apa kita sebenarnya???
Q: Minum cappuccino.
X: Seriuslah!
Q: Kita minum cappuccino! Aku tak lagi bikin kopi! Tidak cukupkah itu??? Kutunggu kau! Kau terlambat! Sekarang kita berdua di sini. Kita minum cappuccino! Hanya itu! Kau matikan rokokmu!
X: Kenapa kau marah-marah???
Q: Karena kau tak tahu seberapa bencinya aku pada rokokmu!
X: Aku tahu. Dan aku juga tahu kau tahu, aku benci kopimu!
Q: Kita minum cappuccino saja.
X: Iya...
Q: Kau tahu, aku tak pernah berani memimpikan hidup seperti dalam secangkir cappuccino.
X: Aku tahu. Aku juga.
Q: Terlalu manis.
X: Aku tahu.
Q: Kopi, susu, krim... lembut sekali.
X: Hidup seperti apa yang kauinginkan?
Q: Seperti ini.
X: Seperti ini???
Q: Iya. Setiap hari dalam secangkir cappuccino ini bersamamu. Hanya kita berdua dan hidup yang manis. Tak ada kopi dan rokok yang pahit.
X: Maaf tadi aku terlambat.
Q: Tapi aku yakin kau akan datang. Jadi kutunggu.
X: Aku tahu.
Jangan hanya bicara.
Belajarlah mendengarkan.
Jangan hanya menerima.
Belajarlah menghargai.
Rasa syukur itu mencukupkan...
Semua orang juga tahu :)
Salaam,
RhoMayda
(Post battle! Mata, daku gantian menantangmu, Kawan) ![]()
10:25 Permalink | Comments (10) | Email this
05.11.2006
Sepertinya Saya Sakit
Iya, karena rasanya dingin banget (ngga mau nyalahkan winter). Sudah semingguan ini capek, banyak yang dikerjakan. Otak dieksploitasi tanpa keadilan. Sepeda dijajah tanpa diberi kebebasan berpendapat sedikitpun (lampu sepeda rusak sampai sekarang belum diperbaiki).
Seminggu lalu, kata-kata yang bersliweran di ubun-ubun saya adalah:
... paper ... D. N. Aidit ...
... Orde Baru ... rekonstruksi sejarah ...
... Supersemar ... penggelapan fakta ...
... mengapa ... mengapa ... oh mengapa ...
Ada juga kata-kata seperti ini:
... keluar ... keluar ...
... pergi ... pergi ...
Maka setelah hantu kata-kata itu memenuhi kamar saya sampai sesak, bahkan untuk menulis saja harus berdesak-desakan sama kata-kata itu, saya pergi keluar (mengajak hantu 'keluar' dan 'pergi'). Hantu-hantu yang lain masih berjejal di kamar. Sepertinya sekarang sudah beranak pinak, karena ruang jadi makin sempit, jadi harus segera di'paper'kan.
Sabtu kemarin saya ke Utrecht sama Shima. Dari jam pagi sampai malam. Kronologisnya:
1. kopi - berangkat dari Leiden
2. cappuccino - ketika muter-muter di pusat kotanya
3. kopi - ketika akan meneruskan perjalanan
4. espresso - ketika sudah gelap, makin gila, dingin, toko-toko sudah tutup, dan kami harus segera pulang




Lalu sampai Leiden ngga langsung ke kos. Ngumpul dulu sama anak-anak Indo ^^ (banyak makanan). Pulang. Sampai rumah hampir tengah malam. Capek.
Sudah mau siap-siap tidur, diajak ngobrol sama temen kos.
Tidur jam satu.
Minggu. Bangun siang.
Jalan-jalan bareng tiga orang Solo yang medhok banget, yang di sini cuma 6 bulan meninggalkan istri dan keluarga di Solo demi proyek.

Pulang sore.
Nulis paper. Supaya anak-cucu hantu-hantu itu kebagian tempat....
Sepertinya saya sakit, tapi saya puas. Di sela-sela sibuknya keluar, saya menyempatkan diri menulis paper. Atau terbalik?
Itu cuma sepertinya. Semoga saya sehat... ^^
Salaam,
RhoMayda
22:45 Permalink | Comments (8) | Email this
04.11.2006
Winda Ultah!
SELAMAT ULANG TAHUN, NON WINDA

Semoga Winda sudah berdo'a :)
Semoga do'anya diridhoi dan dikabulkan Tuhan.
Semoga semangatnya makin berkobar (wadow...)
Semoga Winda makin dekat dengan cita-citanya.
Semoga setiap hari, mulai hari ini, adalah hari yang menyenangkan.
Semoga walaupun sedang ujian di kampus,
dan mumet-mumet belajar,
Winda ngga lupa kalau hari ini hari ulang tahunnya.
Saling mendo'akan saja ya Non.
Semoga kita jadi bisa backpacking keliling Indonesia bareng. Lalu kita bukukan cerita kita. Lalu kita keliling dunia. Lalu kita bikin buku lagi (saya nebeng do'a) ^^
Amiin...
Salaam,
RhoMayda
00:00 Permalink | Comments (4) | Email this
02.11.2006
Ngawur
-------------------------------
[updated Nov 03]
Weelah, gambare gedhi to??? Yo pantes, lha wong sing takdownload ning Photobucket ki sing file Bitmap sing bobote 1.04 MB kok yo. Halah halaaah cah wedok iki ki jan. Lha sing JPEG sing mung 313 KB ketinggalan. Tapi saiki wis didandani kok. Ngapunten nggih Mas, Mbak. Mumpung Syawalan ^^
-------------------------------
Asli maleees banget nge-blog. Lha piye meneh, blogku ra iso kompromi karo Mozilla!!! Wis mumet-mumet ngotak-atik, nggonta-ngganti gambar, warnane yo diganti, lha kok mung iso didelok nganggo IE. Mara'ke emosiii...!!! Tuluuung! Padahal wis ta'cek lho! Ngopo yo???
Wislah, rasah kokehan ngeluh.
Ngene wae, ben rupane Kampoeng-ku ketok ayu, didelok nganggo IE wae yo cah ^^ Pokoke nek ning Mozilla ora apik, berarti Mozilla ndobos (bosone cah Moehi, artine ngapusi). Soale saktenane Kampoeng iki ki ayu tur putih. Nek dimat-matke iso menumbuhkan semangat nasionalisme (ra ngerti boso Jowone) soale warnane abang-putih.
Ohyo, ngopo kok saiki nganggo boso Jowo? Ra sopan tenan. Boso Jowone yo ngawur. Kudune kan nulise basa Jawa nganggo 'a'. Yo ben. Karepku dhewe to. Wong lagi emosi ki ojo diatur-atur. Ndhak soyo ngawur.
Emosi tenan mergo blog. Terus mergo paper sing kudu dikumpulke tanggal rolikur. Moso' mata kuliah sejarah kon nggawe paper!!! Nggilani ra?! Padahal ket biyen SD nganti SMA, bijiku sejarah ra tau luwih dhuwur seko papat. Saiki kon nggawe paper. Boso Londo meneh! Ra entuk nganggo boso Inggris! Halaaah marmos! (Mara'ke emosi -red) Lha temane opo, Ma??? Temane PKI. Ngejréng ra?! Mau isuk ning perpus njupuk buku, nggo bahan paper kuwi. Judule "Mengapa G30S/PKI Gagal?". Waah jan. Nek aku iso ngangkat tema ko ngene, biji papat nggo sejarah wis dadi sejarah. Lha temane wae medeni je! (Kok mBantul banget to yo. Ketularan cah mejid ki mesti.)
Aku emosi soale kadhemen. Mau pas lagi ning kantin moco buku, mak bedunduk (halah) udan es cilik-cilik (ra ngerti jenenge opo ning boso Jowo), boso Londone 'hagel'. Pokoke ngeri tenan. Wuadhem. Njuk baline ngepit, meneh. Ckckck... ra umum.
Gek ngelih! (luwe -red) Tapi mau langsung masak sego goreng. Wuakeh! Wuenak! Turah sih, ra iso dimaem kabeh. Yo siplah, ben sesuk rasah masak (cen dhasare wong males!).
Sik yoo. Njaluk ngapurane tenan nek kesane ra sopan. Tapi tulisane cah ngawur ki yo ngene ki :p
Salaam,
RhoMayda
19:45 Permalink | Comments (6) | Email this
01.11.2006
Terlalu
Saya terlalu lama pergi, jadi telat berlebaran. Toh saya masih perlu maaf. Yang ikhlas, lahir dan batin :) Walau selalu berusaha untuk ngga pernah punya niat jelek, tapi saya masih manusia normal yang khilafnya lumayan teratur (halah). Untuk itu, saya juga mohon ikhlas maafnya. Untuk yang merayakan, di manapun Anda berada, selamat beridul fitri tahun ini. Punya pengalaman luar biasa?
Ini yang saya alami:
Lebaran metik apel ^^
Kadang ada yang terlalu manis untuk dilupakan (lah! Malah nyanyi!). Ada yang terlalu pahit untuk dikenang (ini sebuah lagu jugakah?). Ada yang terlalu parah untuk disembuhkan. Terlalu gaib untuk dirasakan. Terlalu dekat untuk dihindari, ada yang terlalu jauh untuk sekedar dituju, belum juga disentuh apalagi didekap. Terlalu gelap untuk dilihat.
Buruk.
Buruk sekali kata 'terlalu'.
Dan sangat manusiawi.
Supaya semuanya ngga terasa 'terlalu', santai saja. Karena hidup tak pernah terlalu berat untuk dilalui. Itu Tuhan yang jamin.
Semoga kita tetap baik-baik saja :)
Salaam,
RhoMayda
23:25 Permalink | Comments (4) | Email this

