29.06.2006

After Two Junes

 

Sudah dua tahun ngga di Indonesia. Dua tahun itu sebetulnya ngga lama, tapi ternyata banyak sekali yg terjadi. Di sini, di sana. Hhh.... Banyak sekali yg berubah. Ooh, maaf baru bisa nge-blog lagi. Saya belajar, dan akhirnya lulus. Jangan marah. Ohya, saya punya jilbab baru. Tebak warnanya! ^^

 

Anyway, saya juga pasti banyak berubah, tanpa sadar. Tapi saya terlalu sibuk untuk memikirkan perubahan-perubahan yg dialami. Biar kawan-kawan saya saja yg lihat. Boleh lihat, sebagai cermin. Boleh dinasehati, ngga boleh diminta secara paksa untuk bisa jadi seperti dulu lagi. Karena susah (bukan ngga mungkin, tapi saya ngga ada mood untuk bolak-balik terus).

 

Biarkan saya berubah sedikit. Bayangkan sebentar. Jaman SMP dulu, saya bandel. Tapi karena tinggalnya sama Bapak, saya merasa baik-baik saja. Terus SMA tinggal sama Ibu sama Om Peter di Jogja, jadi ngga bandel. Juga karena SMA-nya Islami sekali (rock on!!!). Juga karena rumah dekat masjid. Baru tiga tahun kenalan sama masjid, bareng manusia-manusia masjid yg hobinya ngikuti kajian, saya dikirim ke Belgia-Belanda! Negara di mana 'Tuhan' saja terdengar asing, 'nilai dan norma' ngga banyak terlihat, dan busnya sepi! (Banyak orang, tapi ngga ngobrol satu sama lain) Saya mikir "Where t** **** am I???"

Ajaran-ajaran hidup dari Bapak, dari sekolah, dari masjid, ajaran kesetiakawanan dari para sahabat, mau diamalkan di mana??? Diterapkan di mana? Kapan? Sama siapa??? Waktu itu saya tulis "MaksudNya gimana nih?" karena betul-betul bingung.

 

Tapi saya jalan, barengan sama waktu. Belajar juga. Sedikit-sedikit ada yg baru, pelan-pelan nyoba ngerti. Lama-lama... "Ooh gitu to maksudMu". Lalu saya betul-betul bersyukur ditempatkan di sini, di tempat yg serba baru, karena jadi tahu bahwa dunia ngga sesempit daun kelor. Banyak yg bisa dilihat. Baik-buruk, menarik-jelek, hitam-putih, menyenangkan-membosankan, supaya otak kita bisa seimbang. Supaya kita ngga menghakimi orang lain. Supaya kita paham perbedaan. Supaya kita ngga membodohkan orang lain. Supaya kita saling menghargai. Supaya kita bisa hidup bertetangga tanpa peduli warna rumput siapa yg lebih hijau.

 

Saya pulang. Cari lesehan, makan di warung, jamaah di masjid, kencan sama keluarga lagi, kencan sama kawan-kawan SMA, kencan sama mantan pacar, hmm... asik. Ketemu kawan-kawan baru, sarapan di UGM, naik motor, ke Malioboro sore-sore, seddaaap.... Ke Sojomerto naik bus, beli tahu pong di terminal, dengarkan pengamen dan ngasih ekstra kalo nyanyiin lagunya Iwan Fals.... Aaah! Sudah sudah! Malah mimpi!

 

Tas sudah penuh, tapi komputer ini masih harus masuk. Saya pulang. Setelah Juni dua kali. Setelah dua tahun. Saya pulang. Tulisan berikutnya mungkin akan ditulis dari Indonesia.

 

Salaam,
Rho Mayda

 

Satu, luapan hati untuk kalian orang-orang di Belanda dan Belgia, STOP CALLING ME CHINESE! Dua, warna jilbabnya hitam.

19.06.2006

Ancient Belongings

 

Karena si Mus ditendang, dia nendang orang lain. Karena katanya ngga ada orang lain, dia nendang saya. Makasih, anyway. Jadi kalau saya nanti nendang Anda, jangan salahkan saya. Itu karena saya juga ngga nemukan orang lain untuk ditendang. Mau ditendang?

 

Saya mau cerita benda2 tercinta jaman dulu, ketika masih sangat muda.... Betul-betul muda.

 

B o n e k a   b e r u a n g  coklat tua (hampir hitam), besar, halus, gendut, empuk dan mengerikan. Dikasih Ibu sewaktu usia 4-5 th. Waktu pindah ke rumah embah di desa Sojomerto (Batang), kawan-kawan baru saya takut sama beruang itu. Pernah, waktu mereka rombongan lagi main, saya keluar rumah menggendong beruang itu... mereka lari! Kok bisa ya, setakut itu???
Boneka beruangnya sekarang kelihatan kecil (ada di rumah Bapak). Hmm.... Ohya, dulu dia pakai baju saya! Baju saya pas usia 2 tahun! Warnanya biru, kecil, cantik! Hahahhaaa... tapi ngga ngaruh, soalnya boneka itu tetep kelihatan serem. Matanya besar hitam melotot ^^ Tapi saya suka banget sama dia. Dia kuul.... 

 

G e l a n g  dari keramik. Warnanya putih tulang. Saya punya itu lamaaa banget, bertahun-tahun. Dari sebelum TK, sampai hampir lulus SD. Gelang itu ngga cuma satu. Ada enam! Berisik sekali. Ngga pernah bisa main petak umpet, karena pasti ketahuan T_T
Lama-lama pecah satu-satu.... Sekarang ngga ada lagi.

 

Dulu juga punya L E G O. Langsung populer di desa! Hahahhaaaaa... asik sekali. Temen-temen kalau main ke rumah, pasti maunya main Lego. Bikin rumah-rumahan, atau hotel, terus ngomong sendiri2. Beth dan saya suka banget mainan ini, soalnya Lego yang ini kecil-kecil, banyak, dan ada orang-orangannya, juga ada buku panduan bikin rumah atau robot ^^ Ini mainan paaaling banyak menyita masa kanak-kanak kami.

 

Bobo dan  D o n a l   B e b e k  sewaktu masih TK (usia 5 tahun). Belinya yang bekas, soalnya harus beli banyaaak banget. Dulu bacanya ngebut. Lah gimana lagi, wong majalah2 anak2 itu banyak gambarnya. Jadi cepet selesai. Kalau selesai, harus segera dihadirkan stok lagi. Uuh gila, sampai numpuk koleksi buku jaman dulu. Donal Bebek tuh favoritnya!

 

Nah, itulah. Yang mau ditendang, tolong kasih komen menerangkan bahwa Anda bersedia ditendang ^^ yang ngga mau ditendang, silakan update blog masing-masing dengan baik dan benar *pusing*

 

Salaam,
Rho Mayda

17.06.2006

Kan kan kan?

 

Ceritanya, janjian sama masnya ini untuk bikin tulisan pakai judul 'kan kan kan?'. Sabtu 20.00 harus sudah terbit (terbit???). Maafkanlah kami orang-orang iseng.... Tapi... mau nulis apa ini sekarang??? *dasun lagi* Teler saya barusan ngapuccino di Coffee Corner....

 

Mau takceritai ujian tadi pagi? Ngga ada ide lain soalnya... ya ya ya?

 

---

:: Jadi tadi pagi itu ujian IELTS di Brussels. Seneng sekali karena Ibu sama Om bersedia nganterin ^^ (duuh ngisin-isini wae). Jam 8 sampai sana, ngopi dulu, karena ujian baru mulai jam 9.30. Dan Kang Balung, maaf pulsaku tinggal €0,07 hebat yo! ^^ Pulsa segitu ngga bisa nyampe Surabaya.

Rasanya waktu ujian itu... aneh sekali. Saya tahu, ngga ada lagi waktu untuk mempersiapkan diri. Sudah waktunya bertempur! Siap ngga siap, tugas di depan meja harus dikerjakan. Selesai ngga selesai, kalau waktunya habis ya harus dikumpul. Bener ngga bener, kalau sudah dikumpul ya ngga bisa dikoreksi lagi. Sekarang semuanya sudah selesai (jam 15.00 selesai), ngga ada lagi yg bisa dilakukan kecuali berdo'a, supaya apapun hasilnya, orang tua ngga sakit hati, saya ngga sakit hati. Dan semoga apa yang sudah saya lakukan, adalah yang maksimal. Berarti, apapun hasilnya, itulah yang terbaik. Lulus ngga lulus, itulah yg terbaik. Kan kan kan?

 

:: Ohya, tadi ada yang nyontek di kelas. Akhirnya konangan sama penjagane ujian. Orang sudah jelas peraturannya! Semua orang tau! Sudah dibacakan lagi! Masih nyontek juga! Ketahuan pula! (marakke emosi wae) Nah, setelah itu kami dapat break 5 menit (wc langsung penuh, untung saya urutan ketiga) ^^ Waktu mau ujian yang 'writing', cewek itu ngga boleh masuk. Dari dalam kami bisa denger dia mohon-mohon supaya bisa masuk "please, this is my only chance!" Hohoho... get real! Dia didiskualifikasi. Sayang sekali (dan bodoh). Maaf, terang-terangan.

---

 

Ooh saya punya tulisan! Judulnya 'Kalau Takut' (salah satu resep bagi yang sering ketakutan)

 

Kalau takut miskin,
ada cara lain.
Bukan mencuri.
Tapi kerja keras.

Kalau takut nilainya jelek,
ada cara lain.
Bukan nyontek.
Tapi belajar.

Kalau takut disalahkan,
ada cara lain.
Bukan bohong.
Tapi melakukan yang benar.

Kalau ngga takut miskin,
ngga takut nilainya jelek,
dan ngga takut disalahkan...
Tetep kerja keras,
tetep belajar,
dan tetep melakukan yang benar...

 

Intinya adalah, semua yang diawali dengan niat yang baik, dilalui dengan proses yang baik, diakhiri dengan perasaan yang baik... hasilnya insyaallah baik. Dan kalau sudah membiasakan diri melakukan yang baik, kalaupun toh hasilnya kurang baik, kita bisa menerima dengan baik. Lalu masih dengan niat yang baik, kita cari jalan keluar yang baik (bukan nyuri, nyontek dan bohong). Diulaaang terus sampai kita jadi betul-betul benci melakukan yang jelek!!! Iya kan?

Hahahahahaaaaaaaaaaa.........

 

Salaam,

Rho Mayda

15.06.2006

Unpredictable

 

Sebelum (mungkin) Anda baca, saya kasih tau dulu: tulisan ini bisa sangat ngga menarik dan membosankan, karena ini cuma cerita saya kemarin. So, hati-hati.

 

-----------------

<:-P Setelah dua hari gerah sekali, hari ini gerimis. Tadi pagi sudah ada 'geludug' (lupa bahasa Indonesianya). Tapi bangunnya jam 9-an karena korden ditutup jadi gelap. Hmm... lain kali dibuka saja biar bisa bangun pagi.

:-B Sarapan, internet (ada e-mail dari kawan serumah di Tilburg, Sarike), lalu belajar. Sangat biasa. Kali ini menyiapkan Inggrisnya. Yang sejarah sudah selesai dibaca (belum ditindaklanjuti). Dikasih site writefix.com buat latihan. Asik.

:P Siang belum mandi, diajak ngopi di Coffee Corner (dasar cewek payah!). Sekalian makan. Selesai, pulang, langsung mandi. Sudah rapi, sudah wangi, nonton bola.
"Ora mangkat les, Im?"
"Lima menit."

:) Nyepeda ke stasiun Lommel, berangkat les. Kereta telat 9 menit (kacau, bisa ketinggalan kereta berikutnya nih). Di kereta duduk berhadapan dengan seorang nenek sama anak kecil cowok.
"Itu pilotnya ya?" tanya si cowok.
"Ini kan kereta. Bukan pilot, tapi masinis."
Lalu belajar, ngga tidur.

8-} Di Berchem pindah kereta. Syukurlah ngga telat. Lanjut belajar. Ada sms. Oh, dari Kang Balung yang akhirnya malah ngobrolin duren.

:O) Sampai stasiun Brussels. Masih 30 menit sebelum masuk les. Duduk di ruang tunggu stasiun, belajar lagi. Rame banget di situ. Asik.

;) Jam 18.00 baru cari metro. Masuk kelas, telat 15 menit, tapi di situ baru ada satu orang dan gurunya. What a class! Les kali ini lebih fun daripada biasanya. Asik.

<):) 20.00 keluar les. Lari ngejar metro, lihat ada pengamen nyanyi lagu asik banget (lupa judulnya). Lalu ngejar kereta (latihan kejar mengejar). Dapet, duduk, belajar. Bapak yang duduk berhadapan, sedang baca koran. Di luar gerimis. Mendung.

>:) Sampai Berchem. Mau ke toilet tapi pasti kotor, ngga jadi. Mau beli kopi tapi ngga punya receh. Mau beli chips tapi sudah punya cookies. Mau beli cola tapi punya air putih. Ngga jadi. Kaget, ternyata kereta ke Lommel sudah datang. Lari masuk kereta, duduk, sudah malas belajar lagi.

:x Akhirnya cuma lihat-lihat ke luar jendela. Masih gerimis, masih mendung, makin gelap. Padahal baru jam 21.30. Biasanya masih bisa lihat matahari hampir tenggelam. Cantik.

:D Di kursi sebelah ada dua orang ngobrol pakai bahasa 'tunanetra' (ngga tau namanya). Isyarat gitu. Coba-coba nebak topiknya, gagal. Lain kali pengin belajar ah (sempat??? Ngga tau, rencana saja).

;;) Lalu nulis, karena kebetulan ada sisa kertas. Lama-lama... waktu nulis...

-----------------

 

Nah, tulisan itu tadi dibikin di kereta. Belum sampai titik. Kalau mau diteruskan:

" ... ternyata sudah sampai Lommel."

 

Kemarin, lain. Gerimis! Setengah hujan! (Sudah niat hujan2an tapi ngga jadi) Ngga panas! Dan hari terakhir les. Biasanya males les. Sekarang sudah ngga perlu les. Tinggal siapkan ujian sendiri untuk Sabtu ini. Banyak hal-hal ngga terduga, ya. Tadinya takpikir, hhh... sudah selesai, yess!!! Ternyata ada asiknya juga kok. Apalagi setelah sekian kali ikut les, akhirnya ada catatan di bawah tugas kemarin excelLent conclusion uwaaa... *lonjak-lonjak* (makasih Mba Lita atas tambahan L-nya) ^^ Jadi... kalau ngga bisa lihat 'besok seperti apa', ya ngga perlu dilihat. Kalau ngga bisa menduga-duga, ya ngga perlu menduga. Yang harus dilakukan hanya menyiapkan diri.

 

Apa yang harus disiapkan? Yaa... (ngawur dulu). Kalau kasus saya, saya cuma bisa belajar. Harus bisa maksimal. Ngga bisa tau nanti lulus atau nggak. Tapi saya juga bisa menyiapkan diri, kalau-kalau lulus, dan kalau-kalau ngga lulus. Apalagi sudah ngga ada les. Sendiri.

 

Menyiapkan untuk apa saja yang unpredictable. Lainnya biar Tuhan yang atur. Iya?

 

Salaam,
Rho Mayda

~O)

11.06.2006

Free to Say No

 

Semua juga tahu, manusia itu beda-beda. Kalau ada orang yang kaya, ya jangan heran kalau orang miskin juga ada. Kalau ada yang bisa, ada juga yang ngga bisa. Kalau ada yang bilang 'iya', yang bilang 'tidak' juga ada.

 

Kemarin waktu ada The Omen, rencananya kan mau nonton bareng-bareng, tapi... akhirnya setelah saya pikirkan lama-lama dan baik-baik, saya batalkan, ngga jadi ikut. Wong sudah jelas saya ngga bisa nonton film-film begituan, kenapa harus ikut-ikut??? Demi persahabatan??? Karena takut dibilang 'penakut'??? Mungkin takut, tapi kan ngga semua orang bisa nonton horor. Ya sana kalau mau nonton, saya ngga ikut. Ngga bisa. Dilakukan karena efeknya terasa sekali. Bikin hidup berantakan. Jadi jangan maksa.

 

Atau ketika dulu ditawari 'minum'. "Ayolah, bareng-bareng. Ngga kompak kamu." Hahahaaa... ya sana minum. Silakan silakan. Kesehatan saya sudah cukup meragukan, walau tanpa alkohol. Jadi, makasih. Ngga kompak? Biarin. Kutahu yang kumau.... Kamu, urus saja urusanmu sendiri. Jangan maksa.

 

Atau ketika ditawari drop (permen warnanya item, rasanya aneh. Orang sini suka banget makan drop). Atau makan pare (sayuran pahit itu). Aaah! Pokoknya ngga bisa! Ngga mau ah, makasih. Lidah saya nolak. Jadi jangan maksa.

 

Untuk apa melakukan sesuatu karena ikut-ikutan, karena terpaksa? Kalau kita ngga nyaman, ya tolak saja. Kedengarannya selfish ya? Bukan gitu maksudnya. Kita kan kenal diri kita sendiri. Kita tau apa yang perlu dan ngga perlu, yang penting dan ngga penting, yang bisa dan ngga bisa dilakukan. Orang lain cuma bisa lihat. Kenal betul? Ah, ngga mungkin. Mereka bisa saja bilang "ini enak kok"  atau "coba dulu, ngga papa" itu karena mereka pikir kita itu mereka. Dan kalau kita nolak, mereka bisa saja bilang "kamu keras kepala"  atau "ah kampungan" itu karena mereka ngga bisa ngerasa yang kita rasa. Mereka kan orang lain. Kalau mereka tersinggung, atau marah... yaaah kenapa marah??? Sudah, biarin. Mereka marah karena mereka ngga ngerti. Tapi kita ngerti. Kita kenal diri kita sendiri. Jadi, ngga papa.

 

Hidup cuma sekali, sebentar pula.

Jangan merasa ngga nyaman.

 

Salaam,
Rho Mayda

 

- Ohya, cuaca di sini sudah hangat, panas. 30-an. Seperti di Indonesia, yah. Winter tahun lalu ada yang bilang "wah, kamu sudah putih." Apa??? Mana bisa???
Sekarang? Asiiik... kulit saya sudah kembali seperti semula. Mungkin belum 100%, tapi tenang saja... masih ada waktu. Beberapa minggu lagi pasti sudah lebih gelap. Kalau masih belum juga, berarti yaa... sesampai di Jogja langsung keliling2 naik motor. Nnnice! -

Oranje Valkenswaard

Taruhan sama Winda, Belanda vs Serbia-Montenegro. Winda bilang 1-2. Saya bilang 2-1. Yang salah tebak, cium Amee. Tadinya saya... "euh... cium Amee???" tapi setuju sajalah. Amee itu temen SMA, cantik kemayu, takut ayam, hobinya nyiumi orang, dikejar sampai dapet. Ngeri pokoke. Karena jadinya 1-0... kami berdua salah tebak... ya... T_T' (Win, beneran ini, cium Amee???)

 

Ini Valkenswaard, di Brabant - Belanda.

 

 
 
 

 

 

Di sini panas. 30-an. Orang bilang "hari pertama cuaca tropis". Seddaaap...

 

Salaam,

Rho Mayda

09.06.2006

Deutschland 2006

 

Rasanya campur-campur ini sekarang, mengingat Bantul belum 'sembuh' dan Merapi yang 'demam' dan mulai 'muntah-muntah'. Jerman sekarang sedang sibuk bikin 'party' ngundang seluruh manusia di bumi. Hmmm....

 

Saya ngga nonton bola. Ngga pernah ngikuti kisah-kasihnya. Cuma kadang-kadang nonton kalau kebetulan di-sms sama teman SMP dan disuruh nonton, lalu ditantang "kamu Juventus aja ya, Ma!". Selanjutnya, sms-sms bertuliskan "hyaaa... goool...!!!" atau "aah!!! mana bisa??? tenang saja, akan segera dibalas!!!" (maaf, jadi ngelantur) Intinya adalah, kalau saya bisa nonton bola, itu cuma di WorldCup. Itu karena ngga ada bahan cerita lain di bus, di tipi, di kafe-kafe, di kereta... selain BOLA! Nah, demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, saya mau nonton bola. Juga karena, kemungkinan besar, ujian bahasa Inggris minggu depan itu, speaking-nya sehubungan dengan bola.

 

Winda
Hayoo.. taruhan.. jerman-kostarika
3-1 gak..? Let's see... :)

Rhomayda
Taruhan?? Jerman-kostarika
3-2 gimana?
Yang menang boleh bonceng ke Malioboro pp?

Winda
Otre bos!
Malioboro pp! ;D

Rhomayda
Deal ;)

---------------------------
[updated 20:07]
Win, Karena hasilnya 4-2, mungkin
mboncenginnya gantian saja ya ^^
---------------------------

 

Berarti, anda setuju atau tidak, merestui atau tidak, saya mau ikut party! Bolehkah? Hmm... tapi Bantul dan Merapinya piye? Gini saja, kalau ada yang single, sedang cari partner, punya tiket gratis sekalian biaya transportasi ke Jerman, saya ngga nolak diajak. Kalau (juga) ada yang punya tiket gratis ke Indonesia (ngga perlu single, ngga papa), saya mau juga diajak.

 

Kalau ngga ada yang mau ngajak, saya nonton Bantul, Merapi dan Jerman dari tipi saja.

 

Salaam,

Rho Mayda

 

-bentar lagi mulai. Uuh kopinya habis-

06.06.2006

Emp4t

[updated: june 7, 2006] 

Ditulari Mata. Makasih yaa 

4 fakta, bukan boongan.

 

4 jobs you've had in your life
- bantu Bapak catat diameter kayu di penggergajiannya
- bantu Om Rio catat bon waktu dia bikin rumah (digaji) ^^
- bantu Om Peter ngurusi pos & administrasinya (sewaktu dia di Indonesia)
- sekarang bantu siapkan program musim panas di Lommel

(mau gimana lagi, saya cuma bisa nulis. Selain itu... nol)

 

4 Movies you could watch over and over
- Harry Potter 1-tamat
- Home Alone 1&2
- Lion King 1&2
- Shaolin Soccer dan film2 komedi kungfu lainnya

 

4 TV shows you love(d) to watch
- Jejak Petualang
- Oprah Winfrey Show
- American's Funniest Home Videos
- Debby Travis 'Facelift' (interior design)

 

4 places you have lived
- Jogja (Jogja-Jogja dan Jogja-Bantul)
- Sojomerto (Reban, Batang, Jawa Tengah)
- Tilburg (Brabant, Belanda)
- Lommel (Limburg, Belgia)

 

4 of your favorite foods
- masakan Embah (teri bakar, sambal bandeng santan, mmm...)
- Aardappelpuree (kentang)
- lesehan di Weleri (di situ, nasi boleh tambah sepuasnya)
- rendang Padang

 

4 websites you visit daily
- Hotmail (cuma ini. Lainnya bukan daily)

The top 3 most visited sites after Hotmail:
- blognya orang2 dan blog ini juga
- tempointeraktif.com
- Google

 

4 tagged
- penulis komentar 1 (Devie)
- penulis komentar 2 (Mus)
- penulis komentar 3 (Ntan)
- penulis komentar 4 (Iin - karena Mata sudah nulis dan Aprilia ngga ada blog)
(jangan-jangan ngga ada yg komen???) ^_^'

 

Salaam,

Rho Mayda

 

Lommel

 

Mau pasang foto. Banyaaak banget. Semuanya diambil di sini, di Lommel. Sudah dari dulu pengin pasang, tapi kok ngga jadi-jadi. Dulu Kang Balung pernah bilang "mbok kalau kamu 'muter-muter' itu ditulis" (kurang lebih gitu). Terus kemarin2 Mata ("happy birthday!") ng-request, supaya Lommelnya dipoto-poto.

Nah... make sure your seat is comfortable, go first to the bathroom if you have to, and when you're back, you have a cup of coffee in your hands... and enjoy Lommel... online ^^

 

---

Yang ini bukan koleksi foto terbaru.

 
1: Gambar jamur itu... (masih ingatkah?)
diambil waktu musim gugur tahun lalu.
Uuh, I still love this shot! (boleh kan, bilang gini?) ^^
2: Foto sebelahnya, makam tentara
NAZI-Jerman... ribuan (termasuk lokasi favorit)

 

 
3. Rumah kayu. Ada di dekat perbatasan dg Belanda.
Dari pertama lihat, langsung jatuh cinta. Cantik.
4. Nglewati rumah kayu... jalan terus...
sebelum perbatasan, ada padang hijau seperti ini.
5. Foto bawah, itu danau.
Dari kiri: Ib, Om, Miriam, John.

 

 
6. Di deket pusat kota ada merak di kandang.
Di situ ada juga rusa.
7. Di 'centrum' ada Coffee Corner.
Berlima (bareng John & Miriam)
hampir tiap weekend sarapan di situ,
di lantai atas. Background foto ini,
adalah pusat Lommel (ngga terlalu jelas ya?).

 

---

 

Nah, lima foto berikutnya, diambil kemarin.
Lokasi: kanal, Lommel.

 
 
8: You see the rocks under the water???
9: Bunga itu ('klaprozen') liar,
ada di awal musim panas, bisa di mana2. Cantik!
10: Literary a piece of art under the bridge.
11: Tenang. Kadang2 ada kapal barang yg lewat.
Biasanya angkut pasir.
12: Di dua sisi sungai ini, orang2 bisa jalan2,
lari, sepeda... asik!

 

---

 

RT sebelah
 
13: Lapangan sepakbola FC Balendijk (kelurahan) ^^
14: De kievit. Di sini kami kumpul2 bikin 
'summer programs' untuk anak2 (itu sepeda saya) :p

 

---

 

Terakhir, foto di rumah.
    
 
15. Depan rumah. Itu Ib di depan pintu.
16. Matahari terbit. Saya ngga pinter motret.
Matahari yg saya lihat scr live... jaaauh lebih cantik.
17. Maurice, Rachelle, Imke, Ferdi, Eslien (?)
waktu ultahnya Om Peter.
18. This is how we spend our evening.
Movie, sofa, coffee, tea, cola, cookies.... 

 

---

 

 

There will be more fotos posted, if you're ok with these :)

 

Salaam,

Rho Mayda

 

 

Di belakang lensa saja

01.06.2006

Masih Mei

Sudah Juni! ^^ Dasar manusia aneh! Sudah Juni ini. Meinya selesai. Ditutup pakai tumpukan-tumpukan batu bata yang jelas ngga rapi. Sudah dibilangi, "kalau muntah hati-hati, jangan ngenai orang-orang yaa..." laah Merapi ngga muntah ternyata. Jadi dibilangi lagi "lain kali kalau jalan hati-hati, jangan nabrak rumah-rumah yaa..." Ckckck... Jogjaa Jogja, sakit apa kau, Nak?

 

Bentar, mau pasang sesuatu

 

________________________________________


 

 

 

Cover Title:

11 Mei 2006
The Request... Fulfilled
Put Your Cards on the Table
__Schrijven werkt__
__Blak-blakan Lewat Tulisan__

 

Authors:

Ibu Om Peter Bapak Beth Jesse Imke Fam. Willemsen Rachelle Willemsen Fam. Kortink Maurice Kortink Hafis Buni ... Luvia Mba Yuli Lina Winda Intan Indra Teguh Mas Nanang Kang Foens Mus Miriam & John Iin Andi Priyatno Mba Wulan Jack Mata Rheza Rossi Shota Iwan Luc Shima Kabotske Bpk Quddus Didik Seno Danny Mas Harie Kang Hadi Hilman

 

Images received from:

Winda Mata A Stranger Met in the Bus to Lommel Kabotske

 

Printed by:

Rhomayda Alfa Aimah ^^ (thanks!)

 

________________________________________

 

Nah, begitulah. Mari diteruskan.

 

Betul, sudah Juni. Diawali dengan telp sana-sini. Ngurusi bantuan-bantuan sama si Niken. "Oh, iya Ma! Iya! (setengah teriak semangat sekali) Nanti aku data, terus taktanyain butuhnya apa aja, terus ke yayasan, terus diambil itunya! Gitu to, Ma?" Iya, Ken. Gitu. Siiip. "Pak Jito kan tinggalnya deket Winda tuh Ma! Yo nanti aku sama Winda aja deh!" Ok ok.

Lalu telp si Winda. "Aku di Sardjito, Ma. Ternyata kakinya ibuku tuh patah." Apa??? "Masih bisa jalan sih, ini mau masuk bangsal dulu." Duuh... baik-baik ya Bu Indri....

Lalu Lina. "Aku di Dany. Dari 4 hari lalu ngga bisa hubungi Winda. Yowis, akhirnya Niken taktelp taksuruh ke Winda. Ibunya Winda kena ya?" Iya, Lin.... "Terus kamu pulang kapan? Bulan depan kan???" Iya. "Juni kan???" Lho, kok Juni? "Katanya bulan depan?" Ya bulan depan. Juli kan? "Ini kan Mei???" Ini Juni, sayaaang... ckckck....

 

Tuh kan, Lina saja ngira sekarang masih Mei.

 

Tapi sekarang sudah Juni. Dilihat-lihat yaa... 17 Juni ujian Inggris. 27 Juni itu 2 th di sini. 28 Juni ujian Sejarah. Hhh... payah. Jadi... pilih Mei apa Juni, kalau begini??? Pilih Mei saja kalau masih belum mau ujian, dan pilih Juni kalau sudah bersedia pulang kampung ^^

 

Salaam,

Rho Mayda

 

Sudah ngopi?

All the posts