08.12.2005
Kawan Berbagi
Wadow... banyak sekali kebutuhan manusia yah. Sampai kebutuhan untuk menuliskan cerita-cerita, untuk mengeluarkan unek-unek, menceritakan ide-ide, berbagi pengalaman-pengalaman pribadi. *banyak kata ulang*
Tadi siang saya online di yahoo. Welah, akhirnya chat sama Kang Foens, Mba Kartina, Si Devie, Mas Nanang dan beberapa kawan lama. Ckckck... seddaaap. Asik sekali bisa berbincang sama mereka. Beruntunglah bumi yang masih dihuni manusia-manusia berbudi luhur kaya' mereka. *jdhuerrr! bahasanya...*
Tapi bener deh. Walau cuma sebentar (karena Ib ngajak keluar), tapi kerasa betapa nyamannya berbagi. Paling ngga untuk saya yang minggu kemarin barusan mutus kuliah. Hehehe... makasih bro's! En sis, of course. ^_^
Teruuus... apa lagi. Ohya. Ib tadi juga berbagi-bagi. Ada cerita ttg anaknya, kawan kosnya dulu pas masih muda (ibuku dah tua, loh. Tapi suaminya tetep aja jatuh cinta ma dia. Hehehe...). Gilaaa... gila. Ceritanya ngalor ngidul ngetan ngulon ngiwo nengen munggah mudhun. Lengkap! Dan saya, terkaget-kaget... gelang-geleng kepala karena shock. Ckckck... orang tua jaman sekarang yah... banyak cerita.
Tapi ngga papa. Saya, sebagai anaknya Ib, masih bisa diajak berbagi kok.
Suaminya juga (Om Peter). Dia sering juga ngobrol. Banyak yang bisa diculik dari otaknya Om Peter. Dari informasi bursa efek, manajemen, sampai ide-ide, filosofi komputer yang dihubung-hubungkan sama Al-Qur'an dan tata surya, juga cerita-cerita masa mudanya, serta saran-saran milih jodoh. *glekkk!* Keluarga saya memang penuh cerita. Om Peter pernah pengin nulis buku tentang koneksi antara Bill Gates dan sistem komunikasi Tuhan. Huh... penuh penuh tuh otak.
Kalau Bap lebih sering nge-sms. Cara berbaginya lain lagi. Kalau dia kirim sms, saya pasti balesnya lama. Harus pakai proses pencernaan kata-kata. Lah, dia ni kadang ngungkapin sesuatu pakai bahasa yang njlimet. Tapi itulah yang bikin saya bangga sama Bap. Sms-nya ngga 'biasa-biasa saja'. Saya, sebagai cewek sulungnya, sering bingung. Kalau sms-smsnya sudah keterlaluan (bahasanya ngga berhasil saya cerna), saya paling suka ngganti topik *hihihi... payah* atau baru mbales minggu depannya. *demi menerjemahkan sebuah sms*
Tapi kenapa harus berbagi yah? Apa buku harian ngga cukup? NGGAK!!! Manusia diciptakan berbeda-beda (beda suku, beda bahasa, beda tempat) untuk saling mengenal. Tul?
Tapi kenapa? Banyak sebabnya.
Saya bilang:
Satu. Manusia punya ego. Walau ngga semua manusia egois. Manusia paling seneng kalau dirinya diperhatikan. Asal jangan jadi manja. Makanya, jangan bosen-bosen tanya 'apa kabar?'. Dan kalau ditanya, jangan lupa bilang makasih, lalu tanyakan balik kabarnya. Itu namanya juga berbagi. Berbagi kabar. *dangkal banget sih nih konklusinya* Saling memperhatikan itu sehat. Seddaaap....
Dua. Makin sering berbagi bikin kita makin sadar, bahwa kita ngga sendirian. Gimana njelasinnya yah.... *bantuin dong*
Tiga. Jangan berhenti belajar. Belajar apa ajah. Dari ceritanya Ib tadi, saya jadi tahu bahwa seorang ibu tuh sering nyembunyiin cerita-cerita yang ngga ngenakin demi ngga mau bikin anaknya kepikiran. Ngga percaya, cek deh ibu masing-masing, hehehe....
Saya juga jadi tahu kalau Cilegon tuh di Banten, bukan Ja-Bar. Dan letaknya lebih deket ke Jakarta daripada ke Bandung (obrolan dg Mba Tina). Saya sekarang tahu, kalau si Devie punya temen yang namanya juga Ima. Yang juga penting, saya tahu artinya 'mblakrak' dari kang Foens. Hihihi.... Banyak deh. Banyak info yang halal diambil.
Terusin aja nomernya. Bukankah kita sedang berbagi?
Jadi... jangan berhenti berbagi. Jangan pelit info. Jangan malu nanya. Jangan sombong. Kita semua bsaudara. Beneran. Saling bantu, saling cerita. Kita semua kawan. Kawan tuh bisa bring us to the top. Biar ngga down terus.
Berbahagialah punya kawan berbagi.
Berbahagialah jadi kawan berbagi.
Ohya, jangan lupa senyum ^_^
Salaam,
Rho Mayda
17:03 Permalink | Comments (12) | Email this





Comments
Yeah... bener banget! Hidup tanpa berbagi bukanlah hidup. Sama kayak numpang lewat aja di dunia ini. Gimana enggak? ada 5 milyar orang di muka bumi ini, masa kita gak ada orang buat berbagi.
Orang yang gak suka berbagi berarti belum pernah merasakan kenikmatan berbagi. Cobalah bandingkan antara makan pizza keju mozzarela sendiri di restoran Pizza Hut dengan makan tempe penyet bareng-bareng di pinggiran jalan kaliurang. Pasti akan terbukti bahwa berbagi yang paling asik!
Posted by: winda | 09.12.2005
idup emang kudu bebagi yak
contohnye ame tetangge
nah ntu kan sudare kite nyang paling deket
kalo punya mangga muda dan tetangga suka
nah kita bagi deh...
wah jadi ngawur yak
pada pokoknya saya setuju
dengan postingan ini...
Posted by: danu | 09.12.2005
Aku juga mau rumpi ama kmu di Yahoo De...Add ya pritha07@yahoo.com
Miss u so much lahhh...
Posted by: pritha | 10.12.2005
makasih! ^_^
tapi yang sulit tuh cari pertanyaan buat nerusin obrolan! hi hi hi hi.
Posted by: awaloeddin | 10.12.2005
berbagi....,setidaknya dengan berbagi kita bisa memberikan apa yang kita tahu,kita punya dan kita rasakan...
betul ga ma..?
Posted by: kartina | 10.12.2005
Aku punya cerita. Ada hubungannya dengan berbagi.
Awalnya ban sepedaku pecah. Jadi aku jalan kaki dari rumah ke kampus. Trus, belajar sampai malam. Karena udah nemeni aku jalan kaki malam2 dari perpus ke Rolahola (kosan ku di Delft)- dia menenteng sepedanya-, Aku mengajak Zul dinner di Centrum Delft keesokan malamnya. Murah meriah. Kami makan Doner dan minum cola dan fanta.
Apa yang kami perbincangkan? Sangat banyak. Itu tidak penting dalam hal ini.
Yang penting, sekitar dua hari sesudahnya, aku juga ditraktir secara tiba-tiba oleh Mas Yuki. Menunya sama! yang beda, kami menikmatinya di Rolahola. Bukan di kamarku, tapi di kamar Krishna.
Ada yang lebih bermanfaat. Obrolanku dengan Krishna membuatku banyak mendapatkan informasi dan kiat-kiat baru. seperti kamu bilang, aku dapat ilmu baru.
Itu saja. Sekedar mengulang, berbagilah
Posted by: noval | 12.12.2005
apakabar ima? ^_^
Posted by: cindymon | 14.12.2005
wiii..ceting ma bjo dong, plz add me as ur friend:belinejolie@yahoo.com
Posted by: bjo | 15.12.2005
dulu, aku bukanlah orang yang dengan mudahnya bisa share/curhat/berbagi dengan orang lain...aku memang bukan orang yang gampang curhat hal2 pribadiku....
the reason? sepele...aku ga' mau dikasihani atau terlihat lemah di mata orang lain...it was really hard...
hingga...pada satu masa, ketika pundakku terasa amat sangat lelah menanggung beban, kuberanikan diri berbagi dengan seorang sahabat...
sedikit lega....
tapi, tetap saja...hingga saat ini aku bukan orang yg gampang curhat...
but, one thing for sure, i am a good listener:)
miss u orang kampoeng:)
Posted by: vey | 15.12.2005
dulu, aku bukanlah orang yang dengan mudahnya bisa share/curhat/berbagi dengan orang lain...aku memang bukan orang yang gampang curhat hal2 pribadiku....
the reason? sepele...aku ga' mau dikasihani atau terlihat lemah di mata orang lain...it was really hard...
hingga...pada satu masa, ketika pundakku terasa amat sangat lelah menanggung beban, kuberanikan diri berbagi dengan seorang sahabat...
sedikit lega....
tapi, tetap saja...hingga saat ini aku bukan orang yg gampang curhat...
but, one thing for sure, i am a good listener:)
miss u orang kampoeng:)
Posted by: vey | 15.12.2005
answers:::::
cihuy, aku tau orang laen gak bakal ngerti sama puisi itu yg di blogku.
Karena hanya satu orang yg ngerti. Hehehe... siapa yo orangnyaaa? Heheh aaadaa deeeh.
Di situ ada 'ilalang' dan'rumah kayu' kan? itu cerita masa depan kita. Huhuhuhu... dan sekarang lg bermasalah. Huhuhu...
Jadi wajar kalo kamu gak ngerti. Yg penting dia ngerti. Setidaknya dia nelp aku setelah dia baca puisi itu, utk minta dijelaskan maksudnya. Karena dia jd sedih abis bacanya. Huhuhuh
Posted by: mus | 16.12.2005
Pertama kali jadi anak kost, sering kali merindukan keluarga, terutama Bunda, kerinduan ini seakan memaksaku untuk lari dari tempat ini, tempat di mana aku akan mengais ilmu. "PARE" yang biasa di debut dengan kampung bahasa,,, di sini aku tinggaldan menjadi anak kost. pertama datang tak satupun yang aku kenal,, huuuu...!!!! sangat membosankan, namun dengan dorongan NIAT yang membisiku, akan pentingnya ilmu. akupun bersemangat untuk itu, tak lama setelah di sini aku masuk di satu lembaga yang awalnya aku lihat biasa aja,, namun dengan berjalannya waktu akupun mengenal satu-persatu temanku, EC1 itu kelasku,, dengan teman yang memiliki karakter berbeda-beda namun menyenangkan, sebut saja temen dekatku ayu & mita. dan teman yang lain, yang paling gokil muin haaaaa haaaa dia teman sering membuat kelas menjadi heboh pokoknya gokil banget,,, di tambah lagi ...... yang membuat aku lebih semangat dalam mencari ilmu, inilah motifasi terbaikku.
seiring waktu bisikan rindu akan rumah dan keluarga , bisa aku tahan karna teman dan... sekaligus tutor yang unik pintar dan cantik , trima kasih "krisna"
kau takkan terlupakan & tak ada serpihan sesalpun untuk mu.
Posted by: pussss | 05.11.2009
Post a comment